Breaking News:

Terpidana Kasus Korupsi Asrama Haji Jambi Divonis Bebas Pengadilan Tingkat Kasasi MA

Bambang Marsudi Rahardja, terpidana kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Asrama Haji Jambi divonis bebas oleh pengadilan tingkat kasasi di MA.

Tribunjambi/Dedy Nurdin
dr Bambang Marsudi Rahardja sendang membacakan nota pembelaannya dalam persidangan kasus korupsi pembangunan gedung asrama haji tahun 2016, sidang berlangsung di pengadilan tipikor Jambi pada Selasa (3/2/2020). 

Terpidana Kasus Korupsi Asrama Haji Jambi Divonis Bebas Pengadilan Tingkat Kasasi MA

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bambang Marsudi Rahardja, terpidana kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Asrama Haji Jambi divonis bebas oleh pengadilan tingkat kasasi di Mahkama Agung RI.

Putusan Pengadilan tingkat kasasi ini dibacakan oleh hakim agung MA yang diketuai Dr Andi Samsan Nganro 16 September 2020 lalu.

Pada poin amar putusan Hakim Agung, menyatakan membebaskan Bambang Marsudi Rahardja dari putusan pengadilan tinggi Jambi Nomor 5/PID.SUS.TIPIKOR.PT.2020.jmb dan putusan Pengadilan Tipikor Jambi nomor 34.pid.sus/TPK/2019/JMB.

Fachrori Umar-Syafril Nursal Turut Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Anak Wali Kota Jambi

APK Dilarang Tampilkan Foto Presiden dan Bukan Tokoh Partai Pengusung

BREAKING NEWS Kantor Gubernur Jambi Akan Ditutup 3 Hari ke Depan, Dampak Pegawai Positif Covid-19

Hakim agung tingkat kasasi menyatakan bahwa Bambang tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagai mana dalam dakwaan primair maupun subsidair.

Serta membebaskan Bambang dari dakwaan primair ataupun subsidair. Hakim agung juga menyatakan memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, serta martabatnya. Serta memerintahkan agar terdakwa Bambang Marsudi Rahardja dikeluarkan dari tahanan.

Ditingkat pengadilan Tipikor Jambi, Bambang divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagai mana dakwaan primair.

Bambang Marsudi yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter ini dalam perkara korupsi revitalisasi gedung Asrama Haji Jambi tahun anggaran 2016, ia kerap disebut sebagai pemilik modal oleh terdakwa Arifin Muba dan Mulyadi als Edo selaku pihak pelaksana proyek dari PT Guna Karya Nusantara cabang Banten.

Hasil audit Badan Pengawan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi mencatat kerugian negara sebesar 11,7 miliar rupiah. Sementara bangunan baru yang dikerjakan pada proyek tersebut tak dapat digunakan.

Selain Bambang Marsudi, Arifin Muba, Mulyadi als Edo dan Tendri Syah, mantan kakanwil Kemenag Provinsi Jambi M Thahir Rahman selaku kuasa pengguna anggaran turut divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jambi.

Bambang Marsudi sendiri divonis enam tahun dan enam bulan penjara, denda 500 juta rupiah subsidair empat bulan.

Ia juga dihukum dengan pidana tambahan berupa uang pengganti kerugian negara senilai 3,750 miliar rupiah subsidair dua tahun dan enam bulan penjara.

Tak Hanya Kantor Gubernur Jambi, Dua Kantor Dinas Ini Juga Ditutup Setelah Pegawai Positif Covid-19

VIDEO Anak Bungsu Wali Kota Jambi Meninggal, Kronologi Febian Berpulang

Humas Pengadilan Negeri Jambi, Yandri Roni membenarkan bahwa terdakwa Bambang Marsudi divonis bebas di pengadilan tingkat kasasi Mahkamah Agung.

"Betul. bebas di tingkat kasasi, Ketua Majelis Hakim Agungnya Dr Andi Samsan Nganro, SH MH, Putusan lengkapnya belum dikirim, tapi kalau hasilnya sudah kita terima." Kata Yandri Roni pada Senin 21/9/2020). (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved