Breaking News:

Pilkada di Jambi

APK Dilarang Tampilkan Foto Presiden dan Bukan Tokoh Partai Pengusung

Desain Alat Peraga Kampanye (APK) bagi pasangan calon kepala daerah di larang mencantumkan foto presiden, dan bukan tokoh partai politik.

Penulis: Hendri Dunan | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Hendro
Sejumlah alat peraga kampanye Pilkada serentak 2020, mulai ramai terpasang di jalanan. 

APK Dilarang Tampilkan Foto Presiden dan Bukan Tokoh Partai Pengusung

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Desain Alat Peraga Kampanye (APK) bagi pasangan calon kepala daerah di larang mencantumkan foto presiden, dan bukan tokoh partai politik.

Saat ini pihak KPU Provinsi Jambi tengah mempersiapkan tahapan penetapan pasangan calon. Secara bersamaan pihak KPU juga melaksanakan tahapan persiapan kampanye. Yakni menunggu desain alat peraga bakal calon kepala daerah.

"KPU menunggu desain dari pasangan calon sampai dengan tanggal 23 September 2020," ungkap Apnizal Komisioner KPU Provinsi Jambi, Senin (21/9/2020).

Untuk diketahui bahwa KPU Provinsi Jambi akan menetapkan pasangan calon pada tanggal 23 September 2020. Lalu pada tanggal 24 September akan dilakukan pengambilan nomor urut. Dan tanggal 25 September melakukan ikrar kampanye damai. Dan baru tanggal 26 September-5 Desember 2020 akan dilakukan tahapan kampanye.

Putra Ketiga Wali Kota Jambi Meninggal, Maulana Ajak Warga Jambi Salat Gaib

Polres Tanjabbar Libatkan Tokoh Lintas Agama untuk Sosialisasi Protokol Kesehatan Jelang Pilkada

BREAKING NEWS Kantor Gubernur Jambi Akan Ditutup 3 Hari ke Depan, Dampak Pegawai Positif Covid-19

Pada tahapan kampanye nanti, APK pasangan. Calon di fasilitasi oleh KPU. Dalam bentuk, Billboard, baliho, spanduk dan umbul-umbul. Selain itu ada juga stiker, poster, dan liflet.

"Dalam APK itu ada larangan yang harus diperhatikan. Tidak mencantumkan foto presiden dan wakil presiden. Dan tokoh yang bukan pengurus partai pengusung,"terang Apnizal.

Selanjutnya poster-poster atau baliho yang digunakan sebagai alat peraga sosialiasi yang bertebaran saat ini, pihaknya menghimbau agar diturunkan.

Apnizal menyebutkan, KPU juga telah mengatur jumlah dan ukuran APK yang boleh disebar di provinsi Jambi. Dimana, sebagiannya akan difasilitasi oleh KPU.

Dalam pemaparannya, untuk spanduk kandidat, akan difasilitasi KPU sebanyak dua buah per desa/kelurahan. Kandidat boleh menambah sebanyak 200 persen dari jumlah yang difasilitasi oleh KPU.

"Design dan ukurannya harus sama semua," katanya.

Selanjutnya, untuk umbul-umbul sebanyak 20 per kecamatan. Baliho dengan ukuran 3x4, difasilitasi sebanyak 5 perkabupaten/kota, serta beberapa item APK lainnya yang akan difasilitasi oleh KPU Provonsi Jambi.

Selain design oleh tim masing-masing kandidat, pemasangan juga dilakukan sendiri oleh masing-masing tim.

Pihaknya juga sudah mengirimkam rincian daerah terlarang untuk pemasangan APK ke tim, seperti tidak memasang APK di kawasan jalan protokol, sekolah, dan beberapa lokasi lainnya.

"Selanjutnya, pasangan dan tim pasangan calon, boleh adakan masker dan handsanitizer, kalau dikonversi seharga Rp 60 ribu," tandasnya. (Hendri Dunan Naris).

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved