Breaking News:

Program Sertifikat PTSL, Pemdes di Kerinci Dilarang Pungut Biaya Lebih Rp 200 Ribu

BPN Kabupaten Kerinci meminta kepada Pemerintah Desa, yang menerima program sertifikat PTSL, tidak melakukan pungutan melebihi dari Rp 200 ribu.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kerinci meminta kepada Pemerintah Desa, yang menerima program sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), tidak melakukan pungutan melebihi dari Rp 200 ribu.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPN Kabupaten Kerinci, Putra menjelaskan, bahwa BPN tidak memungut biaya dalam pelaksanaan program sertifikat PTSL.

Akan tetapi sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, khusus zona wilayah Provinsi Jambi, desa diperbolehkan memungut biaya, namun dengan ketentuan tidak boleh melebihi dari Rp 200 ribu.

6 Peserta Tes SKB CPNS Kota Sungai Tidak Hadir, Otomatis Gugur

Pilkada Jambi di Tengah Pandemi Covid-19, Sekda Provinsi Jambi Minta KPU Buat Aturan Baru

Hamas-Apri Ajak Politik Santun di Pilkada Bungo: Jangan Menjelekkan Kandidat Lain

“Pungutan biaya tersebut tidak disetor ke BPN, tapi digunakan untuk biaya patok, materai dan operasional aparat desa yang melakukan pengukuran bidang tanah,” ungkap Putra.

Putra menyebutkan, pihaknya juga sering melakukan sosialisasi kepada aparat desa dan masyarakat, bahwa biaya untuk sertifikat PTSL sampai dengan keluar hanya Rp.200 ribu, karena administrasi di Kantor BPN sudah dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Untuk penerbitan sertifikat dan pengukuran tanah PTSL dilakukan dengan sistem jemput bola, dimana skala prioritas program PTSL, dilaksanakan berdasarkan pengajuan dari desa serta dilihat dari banyaknya jumlah bidang yang belum bersertifikat maupun belum diukur,” sebutnya.

Diketahui BPN Kabupaten Kerinci pada tahun 2020 ini menargetkan pengukuran tanah pada program PTSL sebanyak 6.800 bidang. Sedangkan untuk penerbitan Sertifikat Hak Tanggungan (SHT) sebanyak 2.051 bidang yang tersebar di 12 titik, diantaranya berada di desa Koto Majidin Mudik, Koto Majidin Hilir, Sawahan Koto Majidin, Bedeng Baru, Mekar Sari serta beberapa desa lainnya.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved