Siapa Sebenarnya William Henry Gates, Mengapa Anaknya Bisa Jadi Orang Terkaya di Dunia
Siapa sebenarnya William Henry Gates II? Mengapa anaknya bisa menjadi orang terkaya di dunia
TRIBUNJAMBI.COM - Ayah Bill Gates pendiri Microsoft, William Henry Gates II, meninggal dunia.
Bill Gerberding, Presiden Universitas Washington (1979–1995), mendeskripsikan Bill Gates Sr sebagai "orang baik dengan hati yang besar dan semangat publik yang murah hati".
Sementara mantan Wali Kota Seattle Norman Rice mencirikan nilai-nilai inti Gates sebagai "keadilan sosial dan kesempatan ekonomi".
Banyak orang belum mengetahui siapa sebenarnya William Henry Gates.
Siapa sebenarnya William Henry Gates II?
• William Henry Gates Meninggal Dunia, Ayah Orang Terkaya di Dunia
• Sekda DKI Jakarta Meninggal Kena Covid-19, Ini 8 Pejabat Pemprov DKI yang Terinfeksi Virus Corona
Ia lahir 30 November 1925 dan meninggal 14 September 2020, pada umur 94 tahun.
Nama pria ini lebih dikenal sebagai Bill Gates Sr.
Ayah Bill Gates merupakan seorang jaksa dan filantropis Amerika Serikat.
Bukan hanya itu, William Gates juga penulis buku Showing Up for Life: Thoughts on the Gifts of a Lifetime.
Pria ini mendapat sederet penghargaan dari berbagai pihak.
- Mendapat penghargaan Distinguished Eagle Scout Award yang mengakui kesuksesan bisnis dan sipilnya 25 tahun setelah memperoleh pangkat Eagle Scout sebagai seorang Pramuka.
- Alumnus Kehormatan University of Washington School of Law, 1991
- Penerima American Judicature Society Herbert Harley Award, 1992
- Anggota Dewan Administrasi Hukum, Mahkamah Agung Negara Bagian Washington, 1993–1995
- Presiden Seattle-King County Bar Association, 1969-1970
- Presiden Washington State Bar Association, 1986–1987
- Terdaftar di American Academy of Arts and Sciences, 2003
- Memiliki gedung dengan nama dirinya di University of Washington School of Law, William H. Gates Hall, 2003
- Pembicara Public Education Foundation di Edmonds-Woodway, 2004
- Penerima Chi Psi Fraternity's Albert S. Bard Award atas kontribusinya terhadap kehidupan intelektual dan budaya masyarakat, 2010
- Penerima UW Alumni
- Association's Alumnus Summa Laude Dignatus (ASLD) Award, 2013
Melansir kompas.com, Bill Gates Sr. semakin dikenal karena keberhasilan revolusioner putranya, yakni Bill Gates Jr. di bidang teknologi, dengan perusahaan Microsoft. Bill Gates Sr. meninggal dunia pada usia 94 tahun karena penyakit Alzheimer.
Sebagai filantropi, Bill Gates Sr. mendirikan sebuah yayasan bernama William H. Gates Foundation pada 1994, yang kini dikenal sebagai yayasan Bill & Melinda Gates Foundation, dan menjadi yayasan swasta terbesar di dunia.
• Sosok Orang Terkaya Jepang Disorot, Tadasha Yanai: Saya Membuat Banyak Kesalahan
Yayasan ini menangani beberapa masalah sosial yang besar di planet Bumi, termasuk mengurangi angka kematian bayi, memberantas polio, dan menemukan vaksin AIDS.
BIll Gates mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa ayahnya menjadi inspirasi baginya dan mengakui bahwa Ayahnya telah menjalani hidup dengan sangat berarti.
“Ayah menjalani hidup yang panjang dan sangat berarti. Saya tidak pernah berhenti belajar dari kebijaksanaan, kebaikan, dan kerendahan hatinya," ujar Bill Gates.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/william-harry-gates-ayah-pendiri-microsoft-bill-gates.jpg)