Berita Tanjab Timur

Misteri Hilangnya Syahbandar Air Hitam Laut, Setahun Tak Ketemu, Disembunyikan Makhluk Halus?

"Kita sudah sering berdialog dengan bangsa mereka..,,,kita dapat informasi bahwa yang bersangkutan saat ini masih hidup dan masih disembunyikan.."

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi
Aliran sungai di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur, yang dilalui rombongan Syahbandar Pengan Taupani (53) memancing. Kepala Syahbandar Air Hitam Laut itu dinyatakan hilang pada awal September 2019 lalu. 

Sebagian masyarakat memercayai di beberapa lokasi terkenal menjadi tempat berdiam makhluk astral tersebut.

Begitu pula dengan hilangnya Kepala Syahbandar Air Hitam Laut saat pergi memancing bersama rombongan.

Seorang warga Nipah Panjang Hamka yang sedikit banyak mengetahui cerita di kawasan TNB tersebut menuturkan.

Dia mengatakan lokasi hilangnya Kepala Syahbandar terkenal rawan atau dapat dikatakan zona merah melihat lokasi yang berada di kawasan hutan lindung Taman Nasional Berbak (TNB).

8 Hari Belum Ditemukan, Petugas Syahbandar Hilang Misterius di Hutan Air Hitam Laut
8 Hari Belum Ditemukan, Petugas Syahbandar Hilang Misterius di Hutan Air Hitam Laut (IST)

"Kalau masyarakat sudah mengenal lokasi tersebut rawan, baik rawan hewan buas, gangguan kriminal (perompak), dan juga hal tak kasat mata. Mengingat kawasan tersebut merupakan hutan belantara," ujarnya.

Terkait hilangnya Kepala Syahbandar, dia mendapatkan kabar bahwa saat proses pencarian beberapa waktu lalu seorang anggota tim sempat mengalami kerasukan.

Download Lagu MP3 Didi Kempot Layang Kangen Lengkap Dengan Chord Kunci Gitar dan Video Klip

Download Lagu MP3 DJ PIPIPI - Calon Mantu yang Viral TikTok

Dia menyebut saat kejadian makhluk penghuni kawasan tersebut meminta agar tim segera keluar dan meninggalkan lokasi. "Jika tidak apa yang mereka cari akan terus disembunyikan," tuturnya.

"Kalo tim tadi terus mencari dan tidak keluar, maka yang mereka cari (korban) akan terus disembunyikan lebih jauh lagi ke dalam hutan," ujarnya.

"Dugaannya di lokasi tersebut memang ada istana alam gaib yang tidak bisa disampaikan secara kasat mata, intinya kita jangan takabur dan ngebleng sangat berbahaya di wilayah tersebut," jelasnya.

Terlepas dari cerita mistisnya, hingga saat ini tim Basarnas dari provinsi dan gabungan juga belum berhasil menemukan korban hilang tersebut. Bahkan saat ini tim sudah kembali.

Komandan Polair Nipah Panjang, Bripka Midom, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, mengatakan hingga saat ini korban hilang masih belum ditemukan.

Terakhir kali, Tim SAR juga belum menemukan.

"Kalo itukan posisi hilangnya di darat bukan di laut atau sungai. Kemarin tim gabungan juga sudah mencari, namun belum membuahkan hasil. Dari informasi yang saya terima barusan juga tim Basarnas juga sudah pulang karena sudah lumayan lama mereka melakukan pencarian dan ada batasan waktunya," ujarnya.(Abdullah Usman / tribunjambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved