Breaking News:

Mahkamah Agung Kabulkan Peninjauan Kembali Asiang Terpidana Kasus Suap di DPRD Provinsi Jambi

Pengajuan PK dilayangkan Asiang pada bulan Maret 2020 lalu. Putusan MA dibacakan pada 25 Agustus 2020 lalu dalam rapat musyawarah majelis hakim oleh D

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Jaka HB
Sidang vonis Asiang, terpidana kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hakim Agung di tingkat Mahkamah Agung kabulkan permohonan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Joe Fandy Yoesman als Asiang, terpidana dalam kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017-2018.

Kabar dikabulkannya upaya hukum Asiang, pengusaha yang disebut sebagai pemilik uang dalam kasus suap yang melibatkan pejabat provinsi dan anggota DPRD Provinsi Jambi ini dibenarkan oleh Ilham Kurniawan, penasehat hukum Asiang ketika dikonfirmasi pada Selasa (15/9/2020).

Pengajuan PK dilayangkan Asiang pada bulan Maret 2020 lalu. Putusan MA dibacakan pada 25 Agustus 2020 lalu dalam rapat musyawarah majelis hakim oleh Dr H Suhadi SH MH, selaku hakim ketua, didampingi dua hakim anggota Prof Dr Mohamad Askin, Dr H Eddy Army SH MH.

Viral Pengakuan Mantan Istri Dory Harsa, Blak-blakan Ungkap Sifat Asli Suami Nella Kharisma

BREAKING NEWS Hujan Deras di Kota Jambi, Perumahan Mawar Asri Banjir Selutut Orang Dewasa

Roket China Lintasi Indonesia Taiwan, Filipina dan Malaysia, Benarkah Bawa Hulu Ledak?

Amar putusannya menyebutkan bahwa majelis hakim Mahkama Agung RI mengabulkan permohonan PK yang diajukan Terdakwa, kemudian membatalkan putusan PN Tipikor pada PN Jambi No 26/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Jmb Tanggal 10 Desember 2019.

Pada amar putusan itu juga mengadili kembali dan menyatakan terpidana Jeo Fandy Yoesman alias Asiang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan korupsi.

Menjatuhkan pidana kepada terpidana dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, serta denda sebesar Rp 250 juta. Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

"Kami bersyukur atas dikabulkannya PK yang kami ajukan, Amarnya mengurangi hukuman pidana selama satu tahun,” kata Ilham.

Dengan keluaranya putusan baru terhadap Asiang, ia diperkirakan hanya tinggal menjalani empat bulan masa hukuman sebelum kembali menghirup udara segar.

“Jika dikalkulasikan, masa hukuman pidana yang sudah dijalani selama 14 bulan. Dengan demikian, sesuai putusan PK Mahkamah Agung, maka empat bulan lagi Asiang bebas,” ungkapnya.

Sebelumnya, asiang dihukum bersalah dalam kasus suap pengesahan RAPBD Tahun 2017-2018 oleh Pengadilan Negeri Jambi Dengan Nomor: 26/Pid.sus-TPK/2019/PN.Jmb tanggal 10 Desember 2019. Asiang dijatuhi pidana penjara selama 2,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved