Breaking News:

Berita Sarolangun

Cegah Kebocoran Retribusi, Pemkab Sarolangun Pasang 30 Unit MPOS, Pemasangan Diawasi KPK RI

Cara ini adalah langkah terbaik dalam mencegah kebocoran penerimaan sektor retribusi tersebut. Untuk itu Pemkab Sarolangun telah memasang sebanyak 30

Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto
MPOS (Machine Payment Online System) dipasang Pemkab Sarolangun untuk cegak kebocoran retribusi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Puluhan unit alat untuk pembayaran retribusi usaha hotel dan restoran secara online di Sarolangun resmi digunakan.

Cara ini adalah langkah terbaik dalam mencegah kebocoran penerimaan sektor retribusi tersebut. Untuk itu Pemkab Sarolangun telah memasang sebanyak 30 unit alat MPOS (Machine Payment Online System), terdiri dari pengusaha rumah makan, hotel dan restaurant.

Kegiatan tersebut juga merupakan rencana aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia dalam rangka optimalisasi wajib pungut pajak dan retribusi daerah.

Perumahan Kembar Lestari 2 Langganan Banjir, Warga Waswas Setiap Kali Hujan

Tersangka Penusukan Syekh Ali Jaber Resmi Ditahan, Pelaku Terancam Hukuman Penjara 10 Tahun

Pelajar di Tigo Lurah Bisa Belajar Daring dari Rumah Pakai Telkomsel

Kepala BPPRD Ahmad Zaidan, mengatakan saat ini pencegahan tindak pidana korupsi tidak lagi hanya mengarah pada sektor pengeluaran atau belanja negara, atau belanja daerah, namun juga mengarah pada sektor penerimaan negara atau penerimaan daerah.

Pajak restoran sebagai bagian dari Pajak yang dipungut oleh Pemda telah diamanatkan dalam undang-undang nomor 28 tahun 2009.

Sehingga penting untuk mengoptimalkan pemungutan pajak dari sektor pajak restoran.

Optimalisasi penerimaan dari sektor pajak restoran sangat ditentukan oleh peran aktif dari seluruh stakeholder.

Sehingga Pemkab Sarolangun sangat terbantu termasuk peran serta Bank BPD Jambi Cabang Kabupaten Sarolangun sebagai penyedia alat perekaman transaksi elektronik berupa Machine Payment On System (MPOS) yang diserahkan secara cuma-cuma kepada para pengusaha restoran Rumah Makan, Warung ataupun Cafe.

"MPOS adalah inisiatif dari KPK, untuk bisa melihat transaksi yang ada di hotel, restoran dan rumah makan. Jadi transaksi akan nampak. Saat ini kita dapat 30 unit MPOS bantuan dari bank BPD Jambi Cabang Kabupaten Sarolangun," katanya.

Ia juga mengatakan Pemilik Cafe dan Rumah Makan, agar tidak sembunyi-sembunyi dalam hal penyetoran retribusi ini, karena hanya 10 persen dari harga makanan dan minuman dari transaksi yang dilakukan oleh konsumen.

"Yang bayarkan konsumen, yang makan dan minum, jadi bukan pemilik warung yang bayar," katanya.

Kata Zaidan, pemasangan alat MPOS ini sudah dilakukan tahap uji coba sebanyak 10 unit. Dari uji coba itu, didapatkan peningkatan penerimaan sektor retribusi hotel, restoran dan rumah makan.

Biasanya dalam satu bulan hanya didapatkan Rp 7 juta, namun saat ini dari 10 unit alat yang dipasar penerimaan pajak retribusi naik lima kali lipat yakni mencapai Rp 35 juta.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved