Breaking News:

Preman Akan Dilibatkan Dalam Penertiban Protokol Kesehatan, Mahfud MD :Itu Memang Himbauan Presiden

Pemerintah akan memberdayakan preman dalam upaya kampanye protokol kesehatan di masyarakat.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah akan memberdayakan preman dalam upaya kampanye protokol kesehatan di masyarakat.

Kampanye protokol kesehatan akan melibatkan preman, kampanye ini bertujuan menekan jumlah kasus Covid-19 yang meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan polemik pernyataan Wakapolri yang akan melibatkan preman untuk membantu TNI dan Polri.

Wakapolri berencana akan menggunakan preman untuk membantu menertibkan warga agar mematuhi protokol kesehatan.

Api Masih Melahap Sebuah Ruko di Gang Siku Kecamatan Pasar Jambi

Mahfud MD menjelaskan jika kata preman yang digunakan Wakapolri bukanlah penjahat melainkan orang yang bekerja diluar pemerintahan.

"Kemarin pak Wakapolri pak Gatot sudah mengatakan akan melibatkan preman. Preman itu bukan penjahat. Preman itu orang yang bukan pejabat pemerintah tapikan lalu komentarnya dimedia sosial negatif," ujarnya dilansir YouTube Kompas TV, Minggu (13/9/2020).

Pria asal Madura ini mengungkapkan jika kata preman merupakan bahasa serapan dari bahasa Belanda yang artinya manusia bebas.

"Padahal preman itu bahasa Belandanya orang yang tidak bekerja di kantor pemerintah. Tapi sekarang sering diartikan penjahat."

"Orang yang suka keras, padahal orang yang bebas yang tidak punya baju dinas," ungkapnya.

Ia menjelaskan jika melibatkan preman ini merupakan himbauan dari Presiden.

Halaman
123
Editor: heri prihartono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved