Breaking News:

Berita Internasional

Tragis! Bocah 13 Tahun Tewas Usai Dihukum Squat Jump 100 Kali oleh Gurunya, Gegara Tak Kerjakan PR

Tragis! Bocah 13 Tahun Tewas Usai Dihukum Squat Jump 100 Kali oleh Gurunya, Gegara Tak Kerjakan PR

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase gambar Pexels dan Tribunnews.com
Bocah 13 tahun tews usai dihukum squat jump 100 kali oleh gurunya gegara tak kerjakan PR. 

TRIBUNJAMBI.COM -  Nasib tragis dirasakan bocah 13 tahun yang mesti meregang nyawa karena hukuman yang ia dapat di sekolah.

Ya, Bocah 13 tahun tewas usai dihukum guru gegara tak mengerjakan PR.

Dilansir Sosok.ID dari The Nation, nyawa bocah dari Thailand yang tak disebutkan namanya itu melayang setelah dipaksa melakukan squat jump 100 kali pada Kamis (3/9/2020).

Padahal, tiga hari sebelumnya, tepatnya pada hari Senin, 31 Agustus 2020, ia dibawa ke rumah sakit karena jatuh sakit.

Ia baru masuk sekolah pada hari Rabu, tapi satu hari kemudian ia dihukum oleh gurunya karena tidak mengerjakan PR.

SEDANG BERLANGSUNG, Live Streaming Timnas Indonesia U-19 vs Arab Saudi di NET dan Mola, Gratis

Gadis Cantik Penjual Sayur Keliling, Niat Baik Untuk Bantu Sang Ibu, Adik dan Kakak

Tata Cara Sholat Tahajud, Niat Sholat Tahajud dalam Arab/Latin, Hadits Nabi SAW dan Keutamaannya

Walaupun kondisinya masih belum pulih sempurna, namun sang guru bersikukuh untuk menghukumnya.

Setelah menjalani hukuman itu, keesokan harinya, tepatnya pada hari Jumat, bocah itu jatuh sakit lagi.

Oleh keluarga ia hanya disuruh istirahat di tempat tidurnya.

Namun, keesokan paginya, ia ditemukan sudah tidak bernyawa.

SEDANG BERLANGSUNG, Link Live Streaming Timnas Indonesia U-19 vs Arab Saudi di NET TV dan Mola TV

Kopassus Lawan Pasukan Elite Inggris, Kisah Pertempuran Di Kalimantan

Tata Cara Mandi Junub/Wajib Sesuai Sunah Nabi SAW, Bacaan Niat dalam Arab/Latin, Ini Kata UAS

Dokter percaya bocah itu telah meninggal dunia dalam tidurnya sekitar pukul 3 pagi karena mengalami gagal jantung.

Paman korban, Pramot Eiamsuksai, mengatakan pihak sekolah baru menghubungi keluarganya pada Selasa (8/9/2020).

Mereka menyampaikan minta maaf dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Meskipun marah, pihak keluarga bocah itu hanya ingin kasus ini menjadi pelajaran bagi guru agar tak seenak jidat menghukum siswanya.

Katalog Promo Alfamart 11 September 2020, Promo ShopeePay dan GoPay Menunggu, Segera Transaksi

Hasil FP2 Misano World Circuit Marco Simoncelli, Fabio Quartararo Menjadi yang Tercepat

Pasien Positif Covid-19 di Jambi Bertambah 5 Orang, Total Kasus Hari Ini Tembus 314 Orang

Kejadian serupa

Tak hanya di Thailand, kejadian siswa meninggal usai menjalani hukuman di sekolah juga pernah terjadi di Indonesia.

Pada bulan Oktober 2019 lalu, seorang siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Manado, Sulawesi Utara menjadi sorotan.

Sebab bocah 14 tahun bernama Fanli Lahingde itu tiba-tiba jatuh pingsan saat menjalani hukuman yang diberikan oleh gurunya.

Baca Juga: Bukannya Langsung Dibawa ke Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Malah Dibawa ke Tempat Sepi oleh Sopir Ambulans Lalu Diperkosa

Dilansir Sosok.ID dari Kompas.com, Fanli diberi sanksi untuk berlari mengitari lapangan sekolah karena terlambat masuk sekolah.

Tapi setelah keliling dua putaran, Fenli tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri.

Sebelum pingsan, Fenli sempat izin untuk istirahat tetapi tak diperbolehkan oleh guru piket yang menghukumnya, CS.

Setelah jatuh pingsan, Fenli kemudian dilarikan ke Rumah Sakit AURI yang kemudian dialihkan ke Rumah Sakit Prof. Kandou.

Ini Doa yang Dipanjatkan Via Vallen Untuk Nella Kharisma & Dory Harsa Usai Resmi Menjadi Suami-Istri

Cara Alami Mengobati Mata Ikan, Kapalan, Penyebab Mata Ikan, Menghilangkan Mata Ikan Cara Medis

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Jambi Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sesak Napas

Sayang, Fenli menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Prof. Kandou.

(*)

Artikel Ini Telah Tayang di SOSOK.ID

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved