Berita Viral

Kisah Wanita Berpayudara Besar Tak Boleh Masuk Museum Quai, Polisi Minta Ditutupi Dulu

Peristiwa ini terjadi di sebuah museum di Perancis. Polisi tak menjelaskan kenapa TO, wanita berpayudara besar dan berpakaian terbuka tak boleh masuk

Editor: Duanto AS
(TWITTER @jeavnne)
Wanita yang diidentifikasi bernama To dengan nama akun Twitter @jeavnne menjadi kontroversi di media sosial, karena curhat ditolak masuk museum gara-gara payudaranya terlihat. 

"Kami sangat menyesali ini dan menyampaikan alasan tulis kami kepada orang yang terlibat, yang kami coba hubungi," kata Quai d'Orsay dalam pernyataannya di Twitter.

Ini merupakan insiden terbaru dalam beberapa pekan terakhir yang menunjukkan Perancis tidak selalu memenuhi reputasinya sebagai wadah kebebasan pribadi, khususnya dalam hal tubuh wanita.

Bulan lalu Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin menegur petugas di kota Sainte-Marie-la-Mer, setelah mereka meminta sekelompok pengunjung yang berjemur topless menutupi payudaranya.

Lalu jaringan supermarket Casino meminta maaf bulan lalu, setelah laporan media menceritakan seorang wanita muda yang hendak membeli popok di Six-Fours-les-Plages dekat Marseile, ditolak masuk penjaga keamanan yang mengatakan atasan pakaiannya terlalu terbuka.

"Sikap ini tidak dapat diterima dan kami tidak berbagi nilai-nilai ini," kata Casino di Twitter seraya menambahkan dia mengutuk "semua jenis diskriminasi".

11 September 2020 Tepat 19 Tahun Tragedi WTC, Sudah Dibangun Kembali Kini Kembali Diserang Covid-19

Jadwal MotoGP San Marino 2020 Dimulai Hari Ini 11 September 2020, Live Streaming dan Siaran Langsung

Kasus tanpa bra

Menteri Dalam Negeri Prancis membela sekelompok perempuan yang berjemur tanpa bra di sebuah pantai setelah polisi meminta mereka agar menutupi payudara.

Ketiga perempuan itu ditegur sejumlah polisi di pantai Sainte-Marie-La-Mer, menyusul keluhan dari sebuah keluarga yang tengah berlibur di tempat wisata itu. Insiden ini menimbulkan reaksi keras terhadap tindakan para polisi tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, mendukung aktivitas ketiga perempuan yang berjemur tanpa penutup dada.

Dia mencuit di akun Twitter-nya: "Kebebasan adalah sesuatu yang berharga".

Dia mengatakan tindakan aparat yang meminta agar para perempuan itu mengenakan pakaian merupakan kesalahan.

Siaran pers yang diunggah di Facebook oleh Kepolisian Pyrenees-Orientales mengatakan insiden itu terjadi pada pekan lalu.

Dua polisi telah meminta agar tiga perempuan itu agar menutupi dada mereka, setelah ada permintaan sebuah keluarga lantaran ada anak-anak berada tidak jauh dari situ.

"Didorong niat untuk menertibkan, polisi bertanya kepada orang-orang di sekitarnya apakah mereka setuju menutupi dada setelah dijelaskan alasannya," demikian keterangan resmi kepolisian.

Namun pihak kepolisian mengakui:

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved