Breaking News:

Kekerasan Perempuan dan Anak di Jambi

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Jambi Meningkat pada Masa Pandemi Covid-19

Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada masa pandemi Covid-19 meningkat.

takasuu
ilustrasi kekerasan pada anak 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada masa pandemi Covid-19 meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Jambi, kasus terbanyak terjadi di Kota Jambi.

"Di Kota Jambi, selama masa pandemi ini sampai tanggal 8 September 2020, kami catat ada 69 kasus," ungkap Kepala Dinas PPPA Provinsi Jambi, Lutfiah, saat dijumpai di ruang kerjanya.

Kasus di Kota Jambi tersebut terdiri dari 41 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 28 kasus terhadap anak.

Selain di Kota Jambi, jumlah yang kasus yang tinggi juga terjadi di Kabupaten Batanghari, 20 kasus, dengan rincian 4 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 16 kasus terhadap anak.

43 OPD di Pemprov Jambi, Baru 5 yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Belajar di Masa Pandemi, Dinas Pendidikan Sungai Penuh Lakukan Program Belajar Lewat Radio

Kasus Asusila Anak Jadi Sorotan, Angka Keterlibatan Anak di Bawah Umur Meningkat

Selanjutnya, di Kabupaten Merangin ada 14 kasus, dengan rincian 3 kasus perempuan, dan 11 kasus kekerasan terhadap anak. Di Kabupaten Tebo, tercatat 11 kasus, dengan rincian 7 kasus kekerasan perempuan dan 4 kasus terhadap anak.

Sama seperti Tebo, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga tercatat 11 kasus kekerasan, dengan rincian 11 kasus terhadap anak dan 0 kasus terhadap perempuan.

Selanjutnya, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tercatat 8 kasus kekerasan yang semuanya terhadap anak. Di Kabupaten Bungo, tercatat 6 kasus, dengan rincian 1 kasus terhadap perempuan dan 5 kasus kekerasan terhadap anak.

Di Kabupaten Sarolangun dan Kota Sungai Penuh, masing-masing tercatat 6 kasus, dengan rincian 2 kasus terhadap perempuan dan 4 kasus terhadap anak. Terakhir, di Kabupaten Muarojambi, tercatat 5 kasus yang semuanya termasuk dalam kekerasan terhadap anak.

Dengan demikian, total sementara kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama masa pandemi Covid-19 di Provinsi Jambi ada 156 kasus.

"Itu belum termasuk Kabupaten Kerinci, karena sampai hari ini laporannya belum masuk ke kita," ujarnya.

Dari laporan yang diterima Dinas PPPA Provinsi Jambi, kekerasan terhadap fisik dan psikis tersebut terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya faktor sosial dan ekonomi.

Direktur RSUD Raden Mattaher Sebut Romi yang Ingin Dirawat di RS Bhayangkara

Pangdam II/Sriwijaya yakin Polda Jambi Akan Tindak Tegas Pelaku Pembalakan Liar

Pandemi Covid-19 mengakibatkan ribuan pekerja di-PHK di Provinsi Jambi. Keterbatasan ekonomi dan kebutuhan yang terus meningkat disinyalir menjadi penyebab tindakan kekerasan terjadi.

Untuk meminimalisasi hal tersebut, Dinas PPPA Provinsi Jambi mengimbau agar masyarakat dapat mengendalikan diri, terutama pada masa pandemi. Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat guna mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved