Breaking News:

VIDEO Bertahan Buka Usaha Jahit saat Pandemi Menggerogoti Keuntungan

"Kadang sehari cuma dapat sedikit sekali. Jadi karyawan saya tidak saya pekerjakan. Soalnya mereka kan gajinya sistem harian," kata Joey.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Joey, satu di antara penjahit yang terdampak pandemi Covid-19. Sering kali tak buka ruko lantaran hampir tak adanya pesanan, namun karyawannya tetap ia pekerjakan.

Joey, buka ruko di jalan Jendral Sudirman, depan Polda, Kota Jambi. Karyawan yang bekerja dengannya merupakan saudara jauhnya.

Penjahit lain di Kota Jambi memilih untuk tutup lantaran sepinya pesanan. Tapi ia memilih untuk bertahan demi membantu karyawannya.

Persiapan Ujian Akhir, Siswa Kelas Tiga SMP di Kota Jambi Mulai Masuk Sekolah Lagi

Link Live Streaming Timnas Indonesia U19 vs Kroasia, Uji Coba Jelang Piala Asia U-19 2020

VIDEO Jamtos Berikan Promo Turun Harga, Beli Satu Gratis Satu dan Diskon Hingga 70 Persen

"Niatnya kan usaha, jadi ya harus berani rugi. Saya nggak mau mecat mereka. Karena mereka punya anak istri yang harus dinafkahi," jelas Senin (07/09/2020).

Joey memiliki enam karyawan untuk saat ini. Sisa karyawan ini adalah hasil dari seleksi alam akibat terdampak Covid-19.

"Kadang sehari cuma dapat sedikit sekali. Jadi karyawan saya tidak saya pekerjakan. Soalnya mereka kan gajinya sistem harian," kata Joey.

Sebelum pandemi, tiap karyawan menyelesaikan paling sedikit 5 pasang pakaian perharinya. Namun setelah pandemi, pernah tidak ada sama sekali pesanan.

Sehingga jika dikumpulkan tak semua karyawan dapat digaji. Ia merasa tak sampai hati. Jadi diputuskan untuk berhentikan sebentar sampai pesanan menumpuk, dan bisa menggaji karyawannya.

"Ketika usaha jahitan saya sudah terasa sekali menurun, akhirnya saya beri pilihan karyawan mau lanjut atau berhenti," ungkasnya. (TribunJambi/Rara)

https://youtu.be/Mi3pgH9e1-8

Penulis: tribunjambi
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved