Breaking News:

Raih Gelar 8 Kali All England Tanpa Ada Pelatih, Ternyata Ini Trik Rudy Hartono Banyak yang Tak Tahu

Permainan cepat yang ia lancarkan kepada lawan-lawannya sukses membuat dirinya juara sebanyak delapan kali di All England.

ist
Rudy Hartono 

TRIBUNJAMBI.COM - Mungkin bagi penggemar berat bulutangkis Indonesia tentu mengenal dengan sosok Rudy Hartono.

Sosok Rudy Hartono merupakan satu diantara mantan pemain bulutangkis Indonesia yang namanya diabadikan dalam Guiness Book of World Records di Tahun 1982

Nama Rudy Hartono Kurniawan lahir dengan nama Nio Hap Liang berhasil membawa Indonesia meraih juara All England delapan kali dan memenangkan Thomas Cup sebanyak empat kali.

Selain itu Rudy Hartono yang juga pernah dinobatkan sebagai salah satu Asian Heroes kategori Athletes & Explorers versi Majalah Time.

Mantan Pebulutangkis Indonesia Rudy Hartono merupakan anak ketiga dari 9 bersaudara dengan ayah Zulkarnaen Kurniawan.

Misteri Final All England 1976 Liem Swie King vs Rudy Hartono Masih Belum Terpecahkan Hingga Kini

Terjawab Sudah Nama Asli Anya Geraldine, Kenapa Tak Memakai Nur Amalina Hayati?: Ini Demi Orang Tua!

Mata Rizky Febian Memerah Saat Anya Geraldine Minta Izin Balikan dengan Ovi Rangkuti: Kamu Punya Hak

Akhirnya Resmi Dipersunting Dory Harsa? Foto Nella Kharisma Makeup ala Pengantin Viral: Kesayanganku

Dua kakak Rudy, Freddy Harsono dan Diana Veronica juga pemain olahraga bulu tangkis meskipun baru pada tingkat daerah.

Rudy Hartono merupakan salah satu pemegang rekor dunia dengan meraih 8 gelar juara All England dengan tujuh diantaranya beruntun. Ia blak-blakan membuka kunci kesuksesannya itu.

Melansir dari situs www.minews.id, Kala itu Rudy Hartono meraih gelar juara All England untuk pertama kalinya pada usia 18 tahun. Ia meraih predikat sebagai maskot turnamen tertua bulutangkis pada tahun 1968.

Sejak saat itu, ia rutin meraih gelar juara All England yang dimulai dari 1969-1974. Tanpa meraih gelar di All England pada tahun 1976.

“Selama saya sukses merebut 8 gelar All England, paling berkesan itu yang pertama dan ketujuh. Kalau yang pertama itu jelas, karena belum pernah juara dan perjuangan bisa main di All England itu sulit. Dan kalau yang ketujuh itu karena bisa menyamakan rekor tunggal putra (7 gelar) sebelumnya dari pemain Denmark, Erland Kops,” ujar Rudy Hartono.

Rudy Hartono semasa jaya sebagai pemain
Rudy Hartono semasa jaya sebagai pemain ()
Halaman
12
Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved