Breaking News:

Buka Lapak Sparepart Vespa, Harry Setiawan Berkelana ke Kota-kota Besar Selama 6 Bulan Naik Vespa

Terlebih Vespa dua tak. Semakin tua, semakin original bentuknya, harga jual bisa suka-suka.

Penulis: tribunjambi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Vespa gerobak yang Ary bawa saat touring untuk berjualan sparepart. 

"Kan saya sering ikut tour dari komunitas. Dulu pernah touringnya ke Surabaya naik Vespa. Kebetulan Vespa yang dibawa Vespa edisi khusus militer. Lalu sampai di Surabaya Vespa saya di tawar orang. Bukan main Vespa saya ditawar puluhan juta. Akhirnya deal, terus baliknya saya naik pesawat," kata Ary sambil tertawa menceritakan kisahnya.

Selain menjual Vespa, Ary juga menjual sparepart-nya.

Mulai dari sparepart baru hingga sparepart bekas dari Vespa yang sudah tidak layak jalan.

"Saya sangat terbantu dengan adanya media sosial, terutama saat corona ini. Kebanyakan konsumen saya sekarang dari sana. Mulai ada yang datang cari alamat sini, sampai ada yang minta dipaketkan. Paling sering malah saya kirim ke Pulau Jawa," ucapnya.

Sparepart yang ia jual mulai dari stang, tempat lampu, koil, tali kopling, bagian-bagian mesin, dan banyak lagi.

Untuk sparepart bekas ia mendapatkan dari hasil touring dan Vespa rusak yang ia beli.

Vespa yang sudah tidak bisa hidup lagi mesinnya, kemudian ia bongkar dan menjual per bagian-bagian.

"Selain itu saya juga jualan di event-event, baik di Kota Jambi maupun di luar kota. Jadi setiap ada event Vespa di luar, saya pasti datang lalu buka lapak di sana. Enaknya ikut di event itu, saya bisa dapat barteran barang. Barang yang susah dicari di Jambi, bisa saya dapatkan di event luar kota. Begitu pula sebaliknya," jelasnya.

Ia juga menceritakan tentang pengalaman dia dalam mencari sparepart Vespa.

Sewaktu masih bujangan ia pernah berkelana enam bulan naik Vespa yang digandeng dengan gerobak.

Gerobak itu ia isikan peratalan Vespa yang akan dia jual.

"Enam bulan saya jalan dari Jambi ke Sabang, lalu dari Sabang ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Itu saya nggak langsung ke tujuan. Saya mampir-mampir dulu buat jualan sama hunting. Terutama ke pasar motor ke setiap daerah. Makanya sampai enam bulan," katanya. (Tribun Jambi/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved