Alami Trek, Harga Buah Sawit di Kabupaten Tebo Naik
Mulatin (51), petani sawit di Kabupaten Tebo mengatakan, harga normal biasanya Rp 1.500-Rp 1.600. Saat ini kondisi buah sawitnya sedang trek.
Penulis: tribunjambi | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kondisi harga kelapa sawit di Kabupaten Tebo naik tapi belum normal. Saat ini harga sawit di tengkulak berkisar Rp 1.400 per kg.
Mulatin (51), petani sawit di Kabupaten Tebo mengatakan, harga normal biasanya Rp 1.500-Rp 1.600. Saat ini kondisi buah sawitnya sedang trek.
Trek adalah sebuah musim ketika perkebunan dan lahan tidak menghasilkan banyak hasil panen seperti biasanya. Hasil brondolan dan buah menurun drastis, bahkan tidak menghasilkan buah sama sekali.
• Bayi Malang asal Merangin Lahir dengan Tumor Meninggal, Telah Dimakamkan di Desa Paradun Tameras
• Sosok Sebenarnya Kim Woojin, Mantan Vokalis Stray Kids Trending di Twitter Untuk Alasan Tak Baik
• Kasus Foto Bugil, Masyarakat Datangi Ketua LAM Muarojambi, Minta Legowo dengan Putusan Tersebut
“Penyebab buah ini trek karena sekarang musim kemarau,” ujarnya kepada tribunjambi.com, melalui sambungan telepon, Selasa (8/9/2020)
Kenaikan harga mulai terjadi pada Juli sampai sekarang. Sebelumnya merosot hanya Rp 800 - Rp 900 per kg
Mulatin mengatakan, panen buah sawit kalau sedang normal satu hektare mencapai satu ton dua pikul. Kalau saat trek ini hanya dapat enam pikul-tujuh pikul per hektare.
Mulatin mengatakan turun naiknya harga sawit tidak mempengaruhi penghasilannya.
“Nggak ngaruh, karena kerjaan saya sistem borong, kalo panen ongkos dan upah panen Rp 200 ribu. Kalau perawatan itu borongan mupuk satu hektare Rp 350 ribu,” pungkasnya. (Tribunjambi/vira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/petani-panen-sawit.jpg)