Berita Tanjab Timur

Kebakaran Lahan dan Rumah di Musim Kemarau Masih Menghantui Warga Pesisir di Tanjabtim

Masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Tanjabtim hingga kini masih merasa waswas akan bencana kebakaran.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Ilustrasi kebakaran rumah di Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Bencana kebakaran masih menjadi momok tersendiri bagi kalangan masyarakat, terutama kawasan pesisir. Beberapa faktor menjadi kendala petugas Damkar dalam pemadaman.

Masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Tanjabtim hingga kini masih merasa waswas akan bencana kebakaran.

Pasalnya dari beberapa kejadian kebakaran yang terjadi di kawasan pesisir tidak sedikit memakan kerugian.

VIDEO Aksi Heroik Warga Menolong Wanita Terprosok ke Gorong-gorong di Talang Banjar

Denny Sumargo Belajar Tentang Kehidupan hingga Sosok Wanita yang Akan Dinikahi!

Pilkada Jambi - Al Haris Klaim Didukung Banyak Kelompok Millenial, Ini Dia Nama-namanya

Kondisi wilayah, penduduk dan keadaan bahan bangunan yang berbahan kayu dan papan menjadi faktor utama kebakaran yang terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Tanjabtim.

Ali (50) satu dari warga pesisir yang berada di Kecamatan Mendahara kepada tribunjambi.com mengatakan, hidup di atas permukaan air (pesisir) dengan berkelompok seperti yang mereka rasakan saat ini cukup beresiko jika terjadi kebakaran.

“Tidak dipungkiri kekhawatiran dan rasa cemas tentu ada melintas di benak kita terutama bahaya kebakaran,dengan kondisi seperti ini,” ujarnya, Senin (7/9/2020).

Berkaca dari kejadian kebakaran hebat di desa pangkal Duri Kecamatan Mendahara beberapa waktu lalu yang berjarak beberapa kilo dari rumahnya masih terus menghantui.

Pasalnya selain bermukim dan menetap dirinya bersama keluarga juga menjalankan usaha jual beli minyak.

“Meski hanya menjual minyak solar namun usaha yang kami jalani ini cukup beresiko, pasalnya selain bahaya jika sudah terjadi kebakaran sangat sulit untuk dapat dipadamkan dengan cepat,” ujarnya.

Terpisah Kasatpol PP dan Damkar Tanjabtim, Hendri melalui Kabid Damkar M Nasier mengatakan, kasus kebakaran rumah dan pemukiman memang menjadi permasalahan tersendiri saat ini.

Ada beberapa indikator dan permasalahan yang dicatat menjadi penyebab kendala dan kurang efektifnya dalam melakukan pemadaman di lapangan.

Di antaranya selain faktor geografis, infrastruktur juga sarana pendukung lapangan yang masih jauh dari cukup.

Diakuinya, pihaknya telah melakukan beberapa upaya diantaranya mengajukan untuk pengadaan mesin pemadam di setiap Desa melalui Dinas PMD. Terutama untuk desa yang masuk kategori kawasan pesisir, untuk penggunaan mesin apung dimana jumlahnya tergantung besar desa tersebut.

Meski pengadaan mesin apung tersebut, bukan langkah taktis untuk mengantisipasi kebakaran jika tidak didukung dengan SDM yang menguasai serta perawatan yang rutin dilakukan.

“Kalau nanti mesin sudah ada di setiap Desa bukan berarti sudah aman. Jika tidak ada SDM yang mengetahui dan memahami penggunaan alat tersebut,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved