Begini Cara Membedakan Sakit Kepala Migrain dan Vertigo, Kenali Perbedaan Gejalanya!
Secara umum di masyarakat jika mengalami gejala sakit kepala identik dengan Migrain hingga Vertigo.
TRIBUNJAMBI.COM - Secara umum di masyarakat jika mengalami gejala sakit kepala identik dengan Migrain hingga Vertigo.
Sebenarnya apa yang membedakan Migrain dengan Vertigo! Yuk kenali di sini selengkapnya.
Menurut Dr H Achmad Junaidi, Sp. S (K) Mars, dokter spesialis syaraf di RSMH Palembang, sakit kepala sebelah belum tentu itu adalah migrain.
"Migrain dan vertigo ini jelas berbeda. Kalau migrain umumnya orang tahunya sakit kepala sebelah itu benar, tapi tak semua sakit kepala sebelah itu migrain," jelasnya, Senin (7/9).
Sakit kepala sebelah, lanjut dia memang salah satu keluhan dari migrain yang menyerang di salah satu sisi.
Namun, ada bedanya yakni ada rasa nyerinya.
• Kisah & Fakta Pasukan Siluman Bentukan Prabowo dan Luhut, hingga Kini Kekuatannya Masih Misterius
"Nyerinya itu bersifat berdenyut-denyut, tegang, seperti diikat dan kencang. Itu gejala migrain," ujarnya.
Dan lanjut dia, migrain itu berdenyut pada satu sisi bagian kepala.
"Derajat sakitnya pun mulai dari sedang hingga berat dan berlangsung selama 3 hingga 72 jam rata-rata," ungkap dia.
Lalu, Dr Achmad mengatakan, migrain ini sifatnya hilang timbul dan diperberat dengan aktivitas yang berat.
"Dan disertai dengan fonofobia dan fotofobia. Fonofobia ini akan diperparah karena suara keras atau bising dan fotofobia rasa nyeri yang dikarenakan mena rangsangan cahaya," tegas Achmad.
Sedangkan Vertigo, lanjut dia yakni rasa sakit kepala pusing tujuh keliling, berputar-putar dan melayang.
• Penyergapan di Hutan Sungai Gelam oleh 100 Personel Bersenjata, Tangkap Pelaku Illegal Logging
"Memang kalau masyarakat awam berbicara soal pusing, persepsinya berbeda-beda. Jadi kalau vertigo ini lebih ke gangguan keseimbangan," ungkapnya.
Masih kata dr Achmad, migrain sebetulnya tidak bisa sembuh namun bisa dicegah agar penyakit ini tak kembali muncul.
"Migrain ini faktor pemicunya banyak yakni dari makanan, stres dan pengaruh hormon. Memang paling banyak dialami masyarakat ini adalah stres," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/sakit-kepala_20171006_152337.jpg)