Baru Saja Lahir, Sang Ibu Kubur Bayinya Hidup-hidup, Panik Saat Akan Dilaporkan Anaknya ke Polisi

Warga yang tak percaya dengan ucapan SM, kemudian langsung menyisir bagian dalam rumah, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan bayi.

Editor: Tommy Kurniawan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi bayi. 

TRIBUNJAMBI.COM - SM (36), warga Kampung Kala Nareh, Aceh Tengah, tega mengubur bayi berjenis kelamin laki-laki yang baru dilahirkannya secara hidup-hidup.

Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, aksi itu dilakukan SM karena ia panik saat akan dilaporkan anaknya berinisial H (10) ke polisi.

Pasalnya, saat pulang ke rumahnya, H mendapati ada seorang bayi di rumahnya.

"H kemudian bertanya siapa anak itu kepada ibunya. Kemudian SM menjawab bahwa bayi itu adalah adiknya," kata Agus dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Tengah, Rabu (2/9/2020).

Mendengar itu, H pun tidak percaya dengan ucapan ibunya, ia kemudian keluar dan mengancam akan melaporkannya ke polisi.

Karena merasa takut, SM langsung berencana menguburkan bayinya hidup-hidup.

Bersimbah Darah, Prajurit ini Tetap Tegar Bagai Banteng Ketaton, Kisah kopassus Melawan Fretilin

Angin Segar, Setelah Rp 600 Ribu, Pemerintah Bakal Berikan Bantuan Sosial Per Keluarga Rp 500 Ribu

56 Pria Diamankan Dalam Pesta Seks Gay Bertema Kemerdekaan, Aksi Sudah 6 Kali Digelar Penyelenggara

Emosi Diejek Anak-anak Tak Bisa Ereksi, Pria Ini Sodomi Bocah SD untuk Pembuktian, Kronologi

"Tersangka kemudian mengambil cangkul yang berada dibawa kursi, dan menggali lubang untuk mengubur anaknya," kata Agus.

Kata Agus, lubang galian itu memiliki kedalaman sekitar 40 sentimeter dengan lebar kira-kira 50 sentimeter dan panjang sekitar 30 sentimeter.

"Setelah itu tersangka mengambil bayi itu ke belakang rumah, membuka kain bendongan, dan menguburkan bayi itu dalam keadaan masih menangis," ujarnya.

Setelah mengubur bayinya, tersangka kemudian kembali tidur ke dalam rumah.

Namun, tidak lama kemudian, dua orang tetangga yang mendapat laporan dari H datang ke rumah SM.

Saat ditanya warga, SM tidak mengakui ada bayi yang baru lahir.

Warga yang tak percaya dengan ucapan SM, kemudian langsung menyisir bagian dalam rumah, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan bayi.

Namun, saat menyisir ke belakang rumah, warga menemukan sebuah lokasi lubang yang baru ditimbun.

Oleh warga, lokasi itu langsung digali dan benar saja ada bayi laki-laki terkubur dan masih dalam keadaan bernyawa.

Kemudian, bayi dan ibunya kemudian dibawa ke RSU Datu Beru Takengon untuk mendapat perawatan.

"Namun bayi itu meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit," ujarnya.

Ditambahkan Agus, pelaku ini melahirkan sendiri tanpa pertolongan bidan pukul 10.00 WIB.

Setelah melahirkan, pelaku membersihkan badan bayinya dengan menggunakan kain batik berwarna cokelat, dan membendongnya dengan kain panjang, layaknya bayi lahir secara normal, meski ari-ari belum dicabut.

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved