Breaking News:

Banyak Temuan Sejarah, Pemkab Tanjabtim Lakukan Ini Untuk Penyelamatan Situs

Kabupaten Tanjabtim menjadi satu dari Kabupaten yang berada di Provinsi Jambi yang memiliki peninggalan sejarah cukup tinggi.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Temuan bagian dari senjata api Kompeni di Desa Rantau Rasau. Banyak temuan sejarah di Tanjabtim saat ini disimpan di rumah warga. 

TRIBUNJAMBI.COM, SABAK - Banyaknya temuan peninggalan sejarah di Kabupaten Tanjabtim terbilang merata di setiap Kecamatan. Pemerintah berharap peran Kepala Desa dalam penyelamatan temuan situs. 

Menjadi kawasan pesisir maritim, Kabupaten Tanjabtim menjadi satu dari Kabupaten yang berada di Provinsi Jambi yang memiliki peninggalan sejarah cukup tinggi. 

Temuan paling banyak yang berada di Tanjabtim diantaranya hasil peninggalan perdagangan kuno baik dari masa peradaban China, Hindu, Buddha hingga penjajahan Jepang dan Belanda.

Diantaranya, banyak ditemukan pecahan keramik dan tembikar, yang menandai bukti pada masa lampau wilayah Tanjabtim menjadi salah satu wilayah atau jalur perdagangan yang cukup strategis dan besar.

Lagi Hangat Pilkada Jambi, Malam-malam Syarif Fasha Telpon AJB Benarkan Hanya Ajak Uji Swab?

Diduga Sengaja Dibakar, 2 Hektar Lahan Kosong Dekat Kota Bungo Habis Terbakar

Terkait banyaknya temuan sejarah yang belum bisa diselamatkan secara maksimal oleh Pemerintah setempat, menjadi kekhawatiran tersendiri akan berpotensi hilangnya atau putusnya rentetan sejarah yang masih terkubur.

Dinas Budaya pariwisata pemuda dan olahraga (Budparpora) Kabupaten Tanjabtim, melalui Kabid Kebudayaan Teguh, menuturkan tidak dipungkiri peninggalan sejarah yang ada di Tanjabtim cukup banyak ditemukan. 

"Dari temuan-temuan tersebut hanya beberapa diantaranya saja yang saat ini sudah memiliki cagar budaya, masih banyak temuan yang masih terkubur dan menunggu untuk diteliti atau didaftarkan," ujarnya, Kamis (3/9).

Lanjutnya, banyak hal yang membuat situs atau temuan temuan warga tersebut masih belum tersentuh atau mendapat penanganan lebih lanjut. Selain keterbatasan fasilitas juga kesiapan pemda sendiri.

"Untuk itu guna menyelamatkan situs situs temuan tersebut peran Kepala Desa sangat berperan penting dalam penyelamatan, karena kita sangat butuh sekali informasi dari bawah untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Selain itu, guna untuk melakukan penyelamatan situs situs yang masih berada di warga pihaknya menyerahkan situs tersebut untuk dijaga atau disimpan oleh warga yang menemukan.

"Dengan catatan warga tadi harus didata sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab atau memegang situs, jika dikemudian hari ada penelitian yang berkaitan dengan temuan mereka kita bisa langsung koordinasi," ujarnya.

"Selain itu, hal tersebut juga dapat mengantisipasi terjadinya perdagangan gelap terkait situs," tambahnya.

5 Pasien Dibawa ke RSUD H Hanafie, Warga Bungo Tolak Kantor BLK Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

VIDEO Bupati Masnah Imbau Warga Muaro Jambi Stop BAB di Jamban di Sungai

Namun yang terdata tersebut tetap dilakukan verifikasi, terutama bagi situs situs yang berpotensi menguak sejarah atau bernilai sejarah tinggi.

"Seperti temuan seorang warga kampung laut di sebuah perairan Desa Air Hitam Laut yang diduga peninggalan kerajaan majapahit. Saat ini temuan yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut dipegang yang bersangkutan," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved