Breaking News:

Awal Temuan Makara Langka di Candi Kedaton Muaro Jambi, Kini Ditangani Konservator

Saryadi (54) konservator di Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi bertugas melaksanakan penanganan awal hingga akhir temuan makara di Candi Kedaton.

Tribunjambi/Musa
Konservator sedang melakukan tahap pendataan awal di laboratorium di BPCB Jambi, Kamis (3/9/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI – Saryadi (54) konservator di Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi (BPCB) bertugas melaksanakan penanganan awal hingga akhir temuan makara di Candi Kedaton.

Saryadi (54) mengatakan kepada tribunJambi.com tahapan penanganan temuan di lapangan itu ada langkah-langkahnya, tidak sembarangan diangkat dan dibersihkan.

“Temuan makara di pagar pembagi X lokasi Candi Kedaton, waktu itu saya yang menangani pembersihannya. Kalau untuk pengambilan data, pemotretan dan mengukur kedalaman, tugas teman satu kantor saya,” ujar Saryadi, Kamis (3/9/2020) pagi, saat ditemui di ruang pemeliharaan BPCB Jambi.

Bens Coffe Hadir diJambi, Tawarkan Varian Kopi Nikmat untuk Teman Santai

Ini Alasan KPU Tanjabbar Larang Bacalon Bawa Massa Saat Pendaftaran di Pilkada Tanjabbar

Saryadi menjelaskan, makara berukuran kecil itu ia perlakukan secara cermat karena temuan di dalam tanah rentan mengalami pelapukan.

“Ada dua cara kerja, pertama pembersihan kering, dan kedua menggunakan air. Terkait makara saya gunakan air, dan sikat ijuk lembut, karena bahan dasarnya batuan,” jelasnya.

Permukaan pada makara umumnya batuan kasar, dan ada sedikit goresan pada bagian bawah makara. Namun secara keseluruhan kondisi makara utuh.

“Setelah dibersihkan, terlihat motif hias sulur pada bagian samping makara, ukiran ini menyerupai makara di pintu gerbang Candi Kedaton yang berukuran besar, bedanya temuan baru ini ukuran kecil,” ujarnya.

Kepala Unit Pemeliharaan, BPCB Jambi, Rhis Eka Wibawa, menambahkan, saat ini temuan makara sudah diserahkan kepada petugas di kelompok kerja dokumentasi dan publikasi, untuk diregistrasi.

“Setelah registrasi, temuan makara diserahkan ke sini lagi, nanti tugas saya menganalisis kandungan unsur pada makara menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF),” pungkasnya. (TribunJambi/caw)

Penulis: tribun
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved