Mantan Kepala BPN Tembak Kepala Sendiri di Toilet Kejati Bali, Asal Senjata Api Masih Misteri
Aksi bunuh diri yang dilakukan mantan Kepala BPN Tri Nugraha di toilet Kejaksaan Tinggi Bali masih diselidiki pihak kepolisian.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap Tri. Namun sekitar siang hari, Tri mengatakan akan sholat dan makan di luar. Tapi dia tidak kembali.
• SAH! Mulai Oktober Tarif Listrik Khusus Non-Subsidi Turun, Berikut 7 Pelanggan yang Mendapatkannya
• Viral Detik-detik Jenazah Bocah Pasien Corona di RSUD Jambi Dijemput Paksa Pakai Motor
• 32 Daerah Zona Merah Covid-19, Tercatat sudah 6 Bulan Pandemi di Inonesia
"Solatnya dimana kami tidak tahu, karena waktu itu statusnya belum ditahan. Lalu kami cek musala tidak ada," ujarnya.
"Kami tunggu sampai sore hari tidak datang, kami hubungi tidak bisa. Kami akhirnya melakukan pelacakan dan terlacak ada di rumahnya di Gunung Talang," tutur Asep.
Kemudian tim penyidik pun bersama Asintel dan Adpiddus Kejati Bali mendatangi Tri di rumahnya di Jalan Gunung Talang.
Akhirnya Tri Nugraha bisa dibawa ke kantor. "Waktu itu Tri masih memegang kunci loker. Saat dia tiba di Kejati kembali dilakukan pemeriksaan. Setelah itu diperiksa, dan saat akan dilakukan penahanan, kami tidak tahu kalau barangnya Tri sudah dikeluarkan dari loker," terang Asep.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, Tri minta ke penasihat hukumnya untuk mengambil barang," kata dia.
• Spesial di September 2020, 7 Drama Korea Terbaik Bakal Tayang, 18 Again hingga Record of The Youth
• Ternyata 3 Daerah Ini Alami Penurunan Ekonomi Paling Parah Imbas Pandemi Covid-19
• Hati Wanita Ini Hancur Saksikan Suami Bercinta dengan Ibu Kandung,Aksi Inses Karena Suka sama Suka
"Ini kami tidak tahu sama sekali. Kami pikir barangnya dia masih di loker, karena posisinya dia kan belum dibawa turun. Kemungkinan akan mengambil pada saat akan dibawa untuk ditahan," kata dia.
Asep menegaskan, tidak mengetahui sama sekali isi tas yang dibawa Tri.
"Isi tasnya kami tidak tahu. Pada saat pemeriksaan dia tidak membawa barang-barang. Dan memang tidak boleh membawa apa-apa saat diperiksa," ujarnya.
"Kami tidak punya kewenangan mengecek barang bawaan, karena harus diwajibkan masuk ke loker. Kami tidak tahu, apakah penasihat hukumnya tahu isi barang-barang yang dibawa Tri Nugraha," kata dia.
Kemudian saat akan dibawa turun, Tri meminta izin ke toilet dan akhirnya bunuh diri.
"Tadi kami sudah dapat konfirmasi dari pihak rumah sakit, yang bersangkutan meninggal. Saat dia ke kamar mandi terdengar sekali letusan. Di luar sudah ada jaksa dan dua petugas kepolisian yang berjaga," terang Asep.
"Tri bunuh diri menembak diri, katanya dengan pistol. Dia menembak diri posisinya ada di dalam toilet. Satu kali tembakan," ujarnya.
"Kami belum tahu diduga senjata api. Kejadian sekitar jam 7 malam lebih. Dia diduga menembakan ke dada kiri. Setelah terdengar letusan langsung kami buka pintu toilet. Posisi pintu toilet memang tidak terkunci," lanjutnya.
Sejatinya Tri akan ditahan hari ini terkait kasus yang menyeretnya.