Kopassus Tidur di Tumpukan Mayat Selama 5 Hari, Ketahuan Beberapa Orang Papua Lalu Digotong
KOMANDAN Peleton Letda Agus Hernoto, yang Kopassus, tertembak di kedua kakinya dan ditawan. Sementara itu PU II Pardjo, kaki kanannya tertembak.
KOMANDAN Peleton Letda Agus Hernoto, yang Kopassus, tertembak di kedua kakinya dan ditawan. Sementara itu PU II Pardjo, kaki kanannya tertembak.
Namun dengan sisa tenaganya, anggota pasukan elite TNI AD ini berusaha menyelinap.
Aksi heroik anggota Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) dalam medan laga tidak akan habis-habisnya untuk dikenang.
Satu diantara infiltrasi militer Indonesia dalam operasi Trikora memperebutkan Irian Barat yakni saat Operasi Banteng.
Operasi tersebut melibatkan personel Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang saat ini bernama Paskhas dan RPKAD atau saat ini merupakan pasukan Kopassus.
• Ngeri, Misi 130 Hari Kopassus dan Kostrad Tahun 1996, Penyanderaan Mapenduma Berakhir
• Pernah Patah Hati, Mantan Preman Ini Jadi TNI AD Karirnya Melejit hingga Jadi Kopassus
• Kisah Kopassus lakukan Aksi Senyap, Berjalan Ditengah Hujan Serbu Markas Pasukan SAS Inggris
Gabungan Kopassus dan Paskhas ini bakal diterjunkan di tengah wilayah hutan belantara di Irian Barat.
Mereka ditugaskan untuk masuk ke dalam wilayah pertahananBelanda dan mengacaukan konsentrasi pasukan Belanda.
Para prajurit yang siap bertempur tersebut dibagi ke dalam dua tim yakni Banteng I di Fak-fak dan Banteng II di Kaimana.
Banteng I dilakukan misi penerjunan di Fak-Fak yang dipimpin Letda Inf Agus Hernoto, sedangkan di Kaimana dipimpin Lettu Heru Sisnodo.
Sambil menunggu perintah berangkat, pasukan memilih leyeh-leyeh di bawah sayap pesawat.
Mereka berusaha tidur sekenanya untuk mengumpulkan tenaga.
Baca: Saat Kopassus Jalani Misi Non-Militer ke Gunung Everest dan Kisahnya Sampai Mendunia
Tiga pesawat Dakota yang dipimpin Mayor Udara YE Nayoan, Komandan Skadron 2 Transport, disiapkan untuk menerbangkan pasukan ke Fak-Fak.
Lengkapnya operasi ini akan menerjunkan satu tim gabungan yang terdiri dari 10 prajurit PGT, 30 prajurit RPKAD ditambah dua orang Zeni.
Tim ini dipimpin Letda Agus Hernoto dari Kopassus.

Sewaktu lepas landas dari Laha, hujan turun deras.
April hingga Juni memang musimnya penghujan di kawasan Indonesia Timur.
• Kisah Kopassus Operasi Seroja 1975, 19 Prajurit Berangkat, Har, aku kena
• Simak Kisah Nyata Saat Kopassus Dikira Burung Raksasa dan Menjadi Sasaran Suku Kanibal