Harga TBS di Jambi Naik
Kualitas Bibit Buruk, Ditengarai Penyebab Terpuruknya Harga TBS di Tanjabtim
Kondisi anjloknya harga TBS di Kabupaten Tanjabtim diakui Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabtim. Buruknya kualitas bibit ditengarai jadi penyebab.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kondisi anjloknya harga TBS di Jambi, tepatnya di Kabupaten Tanjabtim, diakui Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjabtim.
Buruknya kualitas bibit ditengarai jadi penyebabnya.
Dikatakan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabtim Radjito melalui Kabid Perkebunan Gunarto, saat dikonfirmasi tribunjambi.com, menuturkan terkait harga TBS tersebut Kabupaten memang mengikuti harga yang telah ditentukan oleh pihak Provinsi baik kenaikan ataupun penurunan harga.
Namun, terkait kondisi harga di petani Tanjabtim, berdasarkan hasil pengamatan pihaknya faktor yang paling mempengaruhi karena kualitas bibit dari sawit yang buruk.
• Harga TBS Jambi Naik, Petani Sawit Tanjabtim Hanya Jadi Penonton
• Anak Siram Orangtuanya dengan Air Panas, EF Relakan Puterinya Masuk Penjara
• VIDEO Lenggogeni Faruk, Ibunda Atta Halilintar Ternyata Bukan Orang Sembarangan!
"Pengaruh lainnya usia panen dan usia sawit juga mempengaruhi, tapi yang paling berpengaruh itu kualitas bibit tadi. Karena sejak awal sudah buruk jadi susah untuk mendapatkan hasil yang maksimal," ujarnya, Selasa (1/9).
Lanjutnya, selain itu ada beberapa faktor dan indikator lain yang membuat hal tersebut dapat terjadi. Diantaranya selain faktor alam dan juga faktor petani itu sendiri.
Tidak dipungkiri, kondisi geografis alam tanjab timur yang didominasi kawasan rawa dan gambut dapat mempengaruhi dari buah sawit yang dihasilkan. Selain kondisi Gambut juga kandungan air yang dapat berubah asam juga mempengaruhi.
"Berbeda dengan wilayah uluan yang banyak tanah pematangnya. Selain faktor alam ada satu lagi yang dapat mempengaruhi harga TBS tidak memuaskan yaitu cara panen," tambahnya.
Beberapa langkah yang telah dilakukan pihaknya dalam mengatasi permasalahan seperti ini, diantaranya dengan memberikan sosialisasi ke petani berupa pemahaman dan juga cara perawatan dengan pupuk dan lainnya. (usn)