Kisah Kopassus lakukan Aksi Senyap, Berjalan Ditengah Hujan Serbu Markas Pasukan SAS Inggris
TNI yang gerah dengan penyusupan yang dilakukan pasukan Inggris ke wilayah Indonesia mengirimkan pasukan elite Kopassus ke wilayah tersebut.
Sesuai perkiraan dari Kopassus hari itu memang 2/3 kekuatan meninggalkan pos.
Dan hari inilah yang dipilih untuk hari penyerangan.
Beberapa prajurit Kopassus yang sudah masuk ke pos harus melakukan pertempuran jarak dekat yang menegangkan.
Dua prajurit Kopassus terkena tembakan dan gugur.
Namun rekan mereka terus merangsek masuk dan berhasil menewaskan beberapa tentara Inggris dan melukai sebagian besar lainnya.

Tentara Inggris yang tersisa hanya bisa bertahan sampai peluru terakhir mereka habis karena mereka telah terkepung.
Diantara yang terbunuh dalam pertempuran jarak dekat yang brutal tersebut adalah seorang anggota SAS.
Ini adalah korban SAS pertama yang tewas ditangan tentara dari ASEAN.
Pertempuran itu sendiri berakhir saat matahari mulai meninggi.
Prajurit RPKAD yang sudah menguasai sepenuhnya pos Mapu segera menyingkir karena mereka mengetahui pasukan Inggris yang berpatroli sudah kembali beserta bala bantuan Inggris yang diturunkan dari helikopter.
Mereka tidak sempat mengambil tawanan karena dikhawatirkan akan menghambat gerak laju mereka.
Sekembali di pos Balai Karangan, kompi B disambut dengan suka cita oleh rekan-rekannya.
Para prajurit yang terlibat dalam pertempuran mendapatkan promosi kenaikan pangkat luar biasa.
• PEKAN Ini Sebanyak 3 Juta Pekerja Swasta Terima BLT Rp1,2 Juta Tahap II, Bank Swasta Lebih Lambat
• 21 Wilayah Di Indonesia Di Prediksi BMKG Akan Turun Hujan Lebat dan Angin Kencang
• Baru 2 Hari Jadi Orangtua, Rezky Aditya Ungkap Pertengkarannya Sama Citra Kirana Karena Berebut Ini
Mereka juga diberi hadiah pemotongan masa tugas dan diberi kehormatan berbaris di depan Presiden Soekarno pada upacara peringatan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1965.