Breaking News:

Pemakaman Jenazah Covid

Cerita Ajudan Kapolres Tanjabbar yang Ikut Jadi Pengubur Dadakan Jenazah Positif Rapid Test

Bripka Heri Setiawan, anggota kepolisian Polres Tanjabbar menjadi satu diantara petugas dadakan penguburan jenazah pasien positif rapid test.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Bripda Heri Setiawan, Ajudan Kapolres Tanjabbar 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - "Ada ibu-ibu dan bapak-bapak, kalau dipikir-pikir sekuat apa tenaga mereka? Masa saya yang masih muda cuma ngeliatin," ujar Bripda Heri Setiawan, Ajudan Kapolres Tanjabbar, Senin (31/8/2020).

Pemakaman pasien positif rapid test di Kabupaten Tanjabbar, Minggu (30/8/2020) kemarin menyisikan cerita dari orang-orang dadakan yang penuh keberanian untuk turun langsung menguburkan jenazah Covid-19.

Kekurangan di sana-sini bukan penghalang bagi pahlawan kemanusiaan untuk menghormati jenazah yang telah meninggal dunia.

Bioskop Diwacanakan Dibuka, Anggota Komisi IX Minta Ada Kepastian dan Jaminan Keselamatan Rakyat

Setahun Hilangnya Sahbandar Air Hitam Laut, Dalam Waktu Dekat Tokoh Agama Bakal Gelar Doa Bersama

Sinopsis Drama Korea The King of Dramas Episode 9, Pasukan Genji Menculik Anthony Kim

Bripda Heri Setiawan, anggota kepolisian Polres Tanjabbar menjadi satu diantara petugas dadakan penguburan jenazah pasien positif rapid test.

Dirinya yang juga sebagai ajudan Kapolres Tanjabbar awalnya datang hanya untuk mengawal Kapolres yang dalam tugas pengamanan untuk proses penguburan.

Namun, tergugah untuk menjadi tim petugas dadakan penguburan jenazah lantaran tidak ada tim petugas penguburan jenazah dari Satgas Covid-19.

Kapolres Tanjabbar dan ajudannya jadi petugas pemakaman dadakan pasien rapid test yang meninggal.
Kapolres Tanjabbar dan ajudannya jadi petugas pemakaman dadakan pasien rapid test yang meninggal. (Tribunjambi/Samsul Bahri)

Mirisnya lagi, Ia melihat di lokasi penguburan hanya ada empat perawat kesehatan, dua diantaranya bahkan sudah berumur.

Kemudian ada satu orang sopir ambulans, satu orang keluarga jenazah, dan di tambah Kapolres. Kesemuanya adalah orang yang berumur di atasnya.

Bripda Heri menyebutkan, dari sanalah hatinya tergugah untuk memberanikan diri ikut bergabung menjadi tim dadakan penguburan jenazah.

"Karena saya merasa malu, yang ikut makamkan orang-orang yang rata-rata berumur dari saya," sebutnya.

"Ada ibu-ibu dan bapak-bapak, kalo di pikir-pikir sekuat apa tenaga mereka, masak saya yang masih muda cuma ngeliatin,"ujar Bripda Heri Setiawan.

Bripda Heri menyebutkan bahwa soal ikut memakamkan jenazah sudah menjadi hal biasa baginya.

Namun, untuk memakamkan jenazah dengan riwayat pasien positif rapid ter merupakan pengalaman baru yang Ia jalani.

Bripda Heri hanya menyebutkan bahwa saat memutuskan menjadi tim dadakan penguburan jenazah hanya terbesit kata harus menolong.

"Untuk pemakaman jenazah biasa itu pernah, tapi untuk jenazah pasien positif rapid tes ini pengalaman baru. Awal kenapa saya mau ikut itu, ya tadi karena melihat yang terlibat itu yang sudah ibu-ibu dan bapak-bapak. Kemudian hanya terlintas di pikiran saya, ingin bantu. Cuma itu," ungkapnya.

Ini Cara Dapat Token Listrik Gratis PLN Untuk September 2020, Bisa Segera Akses www.pln.co.id

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved