Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Setahun Hilangnya Sahbandar Air Hitam Laut, Dalam Waktu Dekat Tokoh Agama Bakal Gelar Doa Bersama

Keberadaan sahbandar masih belum diketahui, beragam usaha dan upaya pencarian tah dilakukan oleh pihak Pemerintah Desa maupun Masyarakat sekitar.

ist
Aliran sungai di Desa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu, yang digunakan rombongan Sahbandar Air Hitam Laut memancing, sebelum akhirnya dinyatakan hilang pada awal september 2019 lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Nyaris satu tahun berlalu kasus hilangnya Sahbandar Air Hitam Laut di Kabupaten Tanjabtim masih meninggalkan misteri, tokoh masyarakat setempat wacanakan akan menggelar doa bersama melibatkan para sesepuh dan kyai.

Menghilangnya Kepala Sahbandar Air Hitam Laut Kecamatan Sadu, Pengan Taupani (53), warga RT 07 RW 04, Kecamatan Nipah Panjang pada awal September 2019 silam hingga saat ini belum menemukan titik terang.

Keberadaan sahbandar masih belum diketahui, beragam usaha dan upaya pencarian tah dilakukan oleh pihak pemerintah desa maupun Masyarakat sekitar. Namun hampir menginjak satu tahun kejadian tersebut belum juga menemukan titik terang.

Sinopsis Drama Korea The King of Dramas Episode 9, Pasukan Genji Menculik Anthony Kim

Ini Enam Program Prioritas RKPD Tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Muarojambi

Wanita Kirimi Mantan Pacarnya 1 Ton Bawang Merah,Supaya Mantannya Menangisi Putusnya Hubungan Mereka

Terkait kondisi tersebut, Tokoh Masyarakat sekaligus Tokoh Agama Desa Air Hitam Laut dan Juga Ketua MUI Kabupaten Tanjabtim As'ad Arsyad terus berupaya melakukan upaya untuk mencari keberadaan syahbandar yang menghilang.

Kepada tribunjambi.com, Pak Yayi (Kyai) yang kerap disapa arga tersebut menuturkan, secara kasat mata segala upaya telah dilakukan untuk pencarian syahbandar tadi. Namun karena memang belum diizinkan yang kuasa untuk ditemukan hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Meski demikian pihaknya tidak pasrah dan berhenti, beberapa upaya lain telah dilakukan diantaranya melalui cara meditasi (dialog spiritual). Dari hasil dialog bersama makhluk tidak kasat mata tersebut bahwa sahbandar tadi masih hidup hingga saat ini.

"Kita sudah sering berdialog dengan bangsa mereka, terakhir kita dapat informasi bahwa yang bersangkutan saat ini masih hidup dan memang masih disembunyikan," ujarnya, Senin (31/8/2020).

Lanjutnya, memang ada beberapa kesalahan yang tidak sengaja dilakukan oleh sahbandar tadi ketika berada di lokasi hilangnya beliau. Sehingga yang bersangkutan masih disembunyikan hingga saat ini.

Berdasarkan dialog yang pertama, salah satu dari bangsa mereka bersedia untuk mengembalikan sahbandar pada subuh pagi dengan waktu yang telah ditentukan. Namun hingga masanya hal tersebut tidak terbukti (mereka ingkar).

"Untuk itu dalam waktu dekat, minggu minggu ini kita akan melakukan kembali dia dan zikir bersama melibatkan beberapa ulama dan kyai dari beberapa Ponpes yang ada di Jambi dan Nasional yang memang memiliki keahlian terkait hal ini," ujar kyai.

"Tujuannya tidak lain hanya satu, untuk menarik kembali ke alam kita, sahbandar tadi dengan keadaan selamat. Insyaallah kita akan upayakan bersama," tambahnya.

Wacana tersebut juga sudah dibicarakan bersama pak Wakil Bupati Tanjabtim, dan Bupati merespon baik dan siap melakukan itu.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sahbandar Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjabtim, dikabarkan hilang dalam perjalanan saat pergi memancing ke Simpang Gajah Taman Nasional Berbak, sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (2/9/2019) lalu.

Namun Kepala Sahbandar atas nama Pengan Taupani (53), warga RT 07 RW 04, Kecamatan Nipah Panjang tersebut, hingga saat ini belum dapat ditemukan. Korban diketahui, pergi memancing bersama 7 temannya Upek, Ambok Mek, Imam, Supri, Dalik dan Mus.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang warga, Acok. Dari informasi yang didapatnya, sekira pukul 05.00 WIB Senin (2/9/2019) pagi, korban beserta Tujuh rekannya berangkat dari Kuala Air Hitam Laut menggunakan ketek menuju Simpang Gajah Taman Nasional Berbak dengan maksud ingin memancing ikan.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved