Pengakuan Blak-blakan Pangdam Jaya 100 Anggota Serbu Polsek Ciracas, "Jiwa Korsa Terlalu Berlebihan"

Mayjen TNI Dudung mengakui adanya keterlibatan oknum anggota TNI yang jumlahnya sekira 100 orang.

Editor: Nani Rachmaini
(tangkap layar YouTube TNI AD)
Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman 

"Anggota TNI, posisinya dia kepalanya dulu jatuh, lalu muter-muter badannya dan terlentang di tengah jalan. Kemudian kayaknya pingsan. Lalu di pinggirin sama warga," ucapnya.

Nanang menyangkal bahwa terdapat adu mulut yang dilanjutkan dengan kasus pemukulan dan pengeroyokan akibat insiden kecelakaan tersebut.

"Tapi enggak ada perkelahian, enggak ada pengeroyokan atau pemukulan," kata Nanang.

Kemudian ia tak mengetahui secara pasti siapa sosok orang yang menolong anggota TNI tersebut ke rumah sakit.

Nanang hanya melihat bahwa pria itu dibawa menggunakan mobil bak.

"Lalu ada mobil bak dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Sehari kemudian, ratusan orang berkumpul di Arundina, Cibubur dan berangkat menuju Mapolsek Ciracas untuk melakukan pengrusakan serta pembakaran.

Sementara itu Polisi Lalu Lintas mendatangi Jalan Kelapa Dua Wetan, dekat Pertigaan Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sekira Pukul 14.30 WIB.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, petugas turun dari tiga mobil Polisi Lalu Lintas bertuliskan Subdit

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar tampak berada di lokasi.
Setibanya di lokasi, polisi mendatangi warung bakmie yang ada di dekat Pertigaan Arundina.

Petugas meminta keterangan dari pekerja yang ada di warung tersebut.

Kemudian, Fahri juga meminta anggotanya mengecek apakah ada CCTV yang terpasang di sepanjang jalan tersebut.

Bantuan Sosial Tunai Gelombang Kedua di Tanjab Timur Cair, Besarannya Rp 300 Ribu

Kapan Subsidi Gaji dari BPJS Cair ke Rekening BCA, Panin, Danamon, Dll? Ini Kata Menteri Ida Fauziah

VIDEO Kenapa Biaya Tes Swab Corona di Sumbar Bisa Gratis? Ini Penjelasan Gubernur Irwan Prayitno

Petugas pun tampak memasuki pertokoan yang ada di sepanjang jalan tersebut.

"Coba ya cek ke ruko-ruko itu apa ada CCTV atau enggak biar bisa kita lihat," kata Fahri kepada anggotanya, Sabtu (29/8/2020).

Tak berapa lama, dua karyawan warung yang tadi dimintai keterangan dibawa ke mobil Satlantas dan pergi meninggalkan lokasi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved