Berita Nasional

KSAD Andika Perkasa Turun Tangan, Dalami Penggunaan Senjata Api Dalam Penyerangan Mapolsek Ciracas

KSAD Andika Perkasa Turun Tangan, Dalami Penggunaan Senjata Api Dalam Penyerangan Mapolsek Ciracas

Editor: Duanto AS
Kompas.com
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers soal Enzo Zenz Allie di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Hebohnya peristiwa perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas sampai ke telinga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

KSAD sedang mendalami adanya penggunaan senjata api dan airsoft gun dalam kasus perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas.

Hal itu bermula dengan adanya laporan seorang korban yang mengaku terkena luka tembak kepada Komandan Kodim saat berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Prakiraan Cuaca Jambi Besok Senin 31 Agustus 2020 dan 32 Kota Lainnya, 9 Wilayah Cerah Pada Pagi

Prediksi Cuaca Senin 31 Agustus 2020 Untuk 33 Kota di Indonesia, Potensi Hujan Lebat di 12 Wilayah

Meninggalnya Pasien Positif Rapid Test di Tanjabbar Tinggalkan Catatan Kinerja Satgas Covid-19

Namun, luka yang ditunjukkan, kata Andika, bukan menyerupai luka dari senjata api.

Pihaknya pun belum bisa memastikan hal tersebut.

Karena itu, Andika mengatakan akan mengunjungi korban.

"Nah lukanya ini begitu dilihat bukan luka tembakan senjata api kira-kira. Kami belum pasti juga, kami akan datangi RS Polri di Kramat Jati. (korban) Yang juga salah satu media kena serpihan, nah serpihan itu dari peluru apa," ungkapnya.

Rapat Koalisi Haris-Sani dan Fachrori-Syafril Tunggu Pimpinan Parpol

Hanya saja, Andika mengatakan berdasarkan penglihatan Komandan Kodim di lokasi saat itu, luka korban seperti berasal dari peluru airsoft gun.

"Tapi kalau dilihat secara kasar dengan mata oleh Komandan Kodim, lukanya itu kecil seperti peluru dari airsoft gun, bukan dari senjata api," imbuhnya.

Kapolres Tanjabbar Turun Gali Makam Pasien Positif Corona, Ibu-ibu Perawat Nimbun Gunakan Tangan

Lebih lanjut, dia memastikan pihaknya tak akan berhenti dalam melakukan penyelidikan untuk memastikan semua pihak yang terlibat dapat bertanggung jawab atas perbuatannya.

"Kita tidak akan berhenti di sini. Itu kan baru salah satu, kita akan terus. Makanya kunci keberhasilan dari ini adalah dukungan dari warga masyarakat, dari prajurit angkatan darat yang lain atau dari siapapun, supaya mereka yang melakukan dan terlibat apapun perannya bisa kita bawa ke dalam proses hukum," katanya.

Sersan Mayor

Dalam kesempatan tersebut KSAD pun mengungkap  para pelaku berasal dari anggota TNI dengan kesatuan dan pangkat yang berbeda-beda.

"Tidak semua dari angkatan yang sama, tidak semua dari satu kesatuan saja. Makanya kami tarik ke Mabes Angkatan Darat, ada beberapa satuan, dan kami akan kejar sampai kemana pun, apapun satuannya," ujar Andika.

Andika menegaskan pihaknya tidak mau membatasi diri para pelaku perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas hanya berasal dari satu angkatan dan satu satuan.

Ini Daftar 10 Negara yang Bebas Covid-19, Apa Yang Terjadi Dengan Mereka Sekarang?

"Sejauh ini juga ternyata dari yang kita pelajari itu dari banyak satuan, dari pangkat yang berbeda. Pangkatnya saja sudah berbeda, maka sudah jelas angkatannya berbeda," ungkapnya.

Di sisi lain, pangkat tertinggi yang disandang pelaku untuk saat ini adalah sersan mayor.

Meski demikian, Andika menegaskan tak mau berpuas diri karena adanya kemungkinan pelaku yang pangkatnya lebih tinggi lagi.

INI Kata Mantan Kepala BAIS Soal Dampak Bagi Indonesia Bila Perang Pecah Antara AS & China di LCS

"Sejauh ini (pangkat tertinggi) adalah sersan mayor. Tapi kami tak mau puas diri karena ada komunikasi yang menyebut bukan jabatan tapi juga sebutan walaupun bukan berarti sebutan yang tinggi. Lebih tinggi dari hanya seorang sersan mayor," kata dia.

"Intinya kami belum berhenti, makanya bantu kami. Kami tidak akan berhenti disini dan tidak akan puas, tidak akan kita menyerah pada pengakuan saja. Kita minta masukan dari berbagai pihak," imbuh Andika.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved