Pasien Corona Tanjabbar Meninggal
Kapolres Tanjabbar Turun Gali Makam Pasien Positif Corona, Ibu-ibu Perawat Nimbun Gunakan Tangan
Jenazah tunggu hampir dua jam untuk dimakamkan," sebut Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Miris, Jenazah pasien positif Rapid Tes yang meninggal dunia di RSUD Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat sempat tertunda selama dua jam saat akan dikebumikan.
Hal ini lantaran tidak adanya petugas pemakaman untuk menguburkan jenazah tersebut.
"Jenazah tunggu hampir dua jam untuk dimakamkan," sebut Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro.
Proses pemakaman akhirnya dilakukan oleh delapan orang, bahkan termasuk keluarga jenazah juga ikut membantu proses pemakaman tersebut.
Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro bersama dengan ajudannya juga turut membantu proses pemakaman ini.
"Yang turun itu dari Polres ada saya dan ajudan saya, dua orang ibu-ibu perawat rumah sakit, satu sopir ambulan dan dua perawat puskesmas sama satu orang keluarga pasien," ungkapnya.
Selain tim petugas yang tidak ada, peralatan untuk melalukan penguburan hanya ada dua cangkul untuk melakukan proses penguburan, namun hanya satu cangkul yang bisa digunakan.
Proses gali kubur memang telah dilakukan, namun mereka tidak ikut dalam proses penguburan.
"Kita pakai dua cangkul, tapi cangkul hanya satu bisa digunakan."
"Ini kita gunakan satu cangkul dan pakai tangan untuk melakukan penguburan," sampai Kapolres.
Selain itu, disampaikan oleh Kapolres bahwa perlengkapan APD untuk proses penguburan juga terbilang minim.
Untuk diketahui bahwa lahan pemakaman yang disediakan untuk lokasi makam berada di belakang Asrama Brimob dan BLK tepatnya di Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar.
Setidaknya membutuhkan waktu sekitar 90 menit dari kota Kuala Tungkal menuju lokasi tempat pemakaman.
Timbun Makam Gunakan Tangan