Angka Perceraian Semakin Melonjak, Arab Saudi Terkejut, Konsultan Siap Beri Bantuan
Angka perceraian di Kerajaan Arab Saudi tiba-tiba melonjak seusai jam malam berakhir dan mulai kembali ke kehidupan normal.
TRIBUNJAMBI.COM, JEDDAH - Kementerian Kehakiman Arab Saudi menunjukkan data angka perceraian mengejutkan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Angka perceraian di Kerajaan Arab Saudi tiba-tiba melonjak seusai jam malam berakhir dan mulai kembali ke kehidupan normal.
Pada Juni 2020 terdapat 4.079 kasus cerai dikeluarkan di Arab Saudi.
Pada April 2020 pihak berwenang mulai menerapkan pembatasan pergerakan yang ketat.
Lonjakan secara tiba-tibaitu, mencerminkan peningkatan dramatis angka perceraian dalam beberapa tahun terakhir ini.
• Mentan Menetapkan Tanaman Ganja Sebagai Satu Diantara Tanaman Obat Komoditas Binaan, Ini Kata DPR
• Memanas, Kiwil Singgung Meggy Wulandari Soal Eksploitasi Anak Ancam Bakal Tuntut Hak Asuh
• Mengenang Chadwick Boseman, 22 Quote Inspirasi Cocok Dipajang Jadi Status Whatsapp, InstaStory, FB
Menyoroti masalah ini, seorang wirausaha sosial dan pelatih perceraian Arab Saudi meluncurkan sebuah proyek menyelesaikan persoalan rumah tangga.
Dia ingin membantu orang mengatasi apa yang dia gambarkan sebagai "rasa malu dan stigma" terkait perceraian.
Pelatih Ghazal Hashim memulai podcast "Turn the Page" pada tahun 2017 dengan seorang teman, spesialis pendidikan, Basma Bushnak.
Podcast tersebut kemudian menginspirasi Hasyim untuk mendirikan bisnis pelatihan, Nehayat Bedaya yang artinya bersama sampai akhir lebih baik.
Dia juga mengkhususkan diri pada masalah-masalah yang berhubungan dengan perceraian.
Inisiatif sukarela ini masih menjadi satu-satunya platform bahasa Arab untuk mengatasi tantangan kehidupan sosial, hukum, emosional, profesional dan terkait keluarga setelah perceraian.
• Habis Nyabu, 5 Fakta-fakta Jamal Preman Pensiun Kembali Ditangkap, Sempat Rehab Tahun Lalu
Ide tersebut dimulai ketika Hashim dan Bushnak bertemu untuk membahas tantangan yang dihadapi seorang ibu tunggal.
Kemudian mereka berpikir menawarkan bantuan dan dukungan kepada orang lain.
“Kami berpikir menulis buku bersama, tetapi setelah banyak pembicaraan, kami memutuskan untuk meluncurkan podcast," kata Hashim kepada Arab News, Rabu (26/8/2020).
Dikatakan, pihaknya akan dapat mengadakan diskusi dengan cara yang ramah..
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/konsultan-perceraian-arab-saudi.jpg)