Breaking News:

Berita Kerinci

Libatkan Anak-anak, Survey Pembukaan Kembali Wisata Gunung Tujuh Dinilai Akal-akalan Saja

Yakni adanya kegiatan survey persiapan pembukaan kembali objek wisata Danau Gunung Tujuh dari Pemerintah Kabupaten Kerinci.

instagram/nie.mey
Danau Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Beberapa hari belakangan ini di media sosial kita disajikan dengan kejadian viral di salah satu objek wisata Danau Gunung Tujuh.

Yakni adanya kegiatan survey persiapan pembukaan kembali objek wisata Danau Gunung Tujuh dari Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Kegiatan ini diapresiasi oleh para pemandu wisata alam Kerinci. Karena ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk menghidupkan kembali pekerjaan para pemandu wisata alam di Kerinci yang selama beberapa bulan belakangan ini kehilangan pekerjaan sebagai pemandu dampak dari Covid-19.

Mengetahui Suami Selingkuh, Ibu Ini Nekat Robohkan Rumah

Ahok Buru-buru Pulang Kampung Saat Tahu Kakeknya Meninggal, Ungkap Satu-satunya Warisan Diberikan

Saat Pertempuran Di Hutan Kalimantan, Pasukan Inggirs Kaget Lihat Kemampuan Kopassus

"Kegiatan ini bagus dan kita apresiasi persiapan pembukaan kembali objek wisata Danau gunung 7," ungkap Rangga salah seorang pemandu pariwisata di Kerinci, Rabu (26/8/2020).

Diungkapkannya, kegiatan yang diikuti oleh wakil bupati itu sempat viral. Bahkan terjadi perdebatan di media sosial. Kegiatan yang dilakukan dari tanggal 21–23 Agustus 2020 itu menuai banyak kritikan dari kalangan penggiat pariwisata kerinci.

"Lantas masalah apa yang membuat kegiatan ini viral ?
Mengikuti perdebatan panjang di media sosial, saya dapat memahami bahwa ada kejanggalan pada kegiatan tersebut dimana kegiatan survey tersebut yang dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Kerinci, Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci, Petugas Taman Nasional, Penggiat wisata di Kerinci namun juga melibatkan anak-anak dibawah umur serta beberapa orang dari luar daerah Kerinci," ungkapnya.

Disesalkannya, bahwa kegiatan survey yang dilakukan dua malam tiga hari itu sudah seperti kegiatan camping ceria. Dimana mengikut sertakan anak-anak dan melibatkan banyak orang.

"Apa urgentnya membawa anak-anak mengikuti survey? dan beberapa orang dari luar daerah apakah mereka tim ahli yang disiapkan atau karena adanya kunjungan mereka ke Kerinci maka diadakannya lah survey ini," sesalnya.

Ia mengatakan, hal-hal semacam ini tentu saja menciderai rasa kepercayaan mereka terhadap Pemerintah Kabupaten Kerinci. Bagaimana tidak, seolah-olah hanya yang memiliki kekuasaan yang bisa masuk objek wisata dengan alasan survey.

" Beberapa oknum yang terlibat malah dengan santai mempublikasikan foto-foto berada digunung tujuh dengan caption 'Camping ceria bersama bapak Wakil Bupati Kerinci' tentu saja hal ini membuat keributan yang panjang di media sosial," ucapnya lagi.

Terlepas dari ini semua lanjutnya, jika memang belum ada kesiapan baik dari Taman Nasional Kerinci Seblat maupun dari Pemerintah Kabupaten Kerinci ada baiknya ditutup saja hingga tahun depan objek wisata Danau Gunung 7 dan Gunung Kerinci.

"Tidak perlu ada alasan survey lagi hingga tahun depan. Alih-alih dibuka, malah menimbulkan polemik baru yang bisa merusak nama pariwisata di Kerinci yang selama ini kita jaga," cetusnya.

Kedepanya dirinya berharap pariwisata di Kerinci menjadi lebih baik, aman dan nyaman untuk dikunjungi. Adanya kordinasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Kerinci, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Praktisi wisata di Kerinci.

Terkait hal ini wakil bupati Kerinci Ami Taher yang ikut terlibat dalam kegiatan itu belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui telepon, meski bernada aktif namun belum ditanggapinya.

Penulis: heru
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved