Gara-gara Pohon Nangkanya Ditebang, Keponakan Bacok Paman Membabi Buta Hingga Tewas
Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan keponakan terhadap pamannya sendiri,
TRIBUNJAMBI.COM- Ditreskrimum Polda Sumsel melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan keponakan terhadap pamannya sendiri, Selasa (25/8/2020).
• Dua Orang Positif Covid-19, Kabupaten Bungo Masuk Zona Kuning
• Bantuan Subdisi Upah Gaji Pekerja Swasta Rp 600.000 Diluncurkan Besok 27 Agustus
• Sinopsis Film Non-Stop, Pecandu Alkohol Berupaya Menyelamatkan Penumpang Pesawat dari Bahaya
Peristiwa terjadi pada (9/1/2018) pembunuhan dilakukan Andi Arafat (35) warga Desa Suka Damai Kecamatan Tungkal Jaya Muba terhadap pamannya sendiri M Kasim (50).
Ada 15 adegan yang dilaksanakan tersangka mulai dari cekcok mulut hingga membacok korban secara membabi buta.
• Asyik, Kamis Besok Pekerja Swasta Bakal Terima Bantuan Gaji Dari Pemerintah sebesar Rp 600.000
• Cabuli Anak Kandungnya, Ayah di Padang Lakukan Aksi Bejat ke 3 Anak Tiri: Ibu Kini Kabur
• Simak Ramalan Zodiak Pada Esok Hari, Taurus Akan Berikan Perhatian Lebih Pada Pasangan
Dalam adegan tersebut, paman tersangka M Kasim (peran pengganti) sedang berada di kebun miliknya untuk menebang pohon.
Namun, pohon nangka yang ditebang korban merupakan tanaman milik tersangka.
Tersangka yang tahu, mendatangi korban dan menanyakan mengapa pohon nangka yang ditebangnya ditebang.
• Libatkan Anak-anak, Survey Pembukaan Kembali Wisata Gunung Tujuh Dinilai Akal-akalan Saja
• Dijadikan Objek Gosip Oleh Bu Tejo, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Justru Tertawa
• Download Lagu MP3 Nella Kharisma Spesial Dangdut Koplo, Video Didi Kempot dan Via Vallen Full Album
• Mengetahui Suami Selingkuh, Ibu Ini Nekat Robohkan Rumah
Terjadilah cekcok mulut antara korban dan tersangka.
Karena terpancing emosi, korban sempat mengacungi pahat ke arah tersangka.
Tak terima, tersangka langsung mengambil parang yang ada di dekatnya.
Melihat korban sedang menyadap karet, tersangka langsung membacok korban beberapa kali.
"Korban sempat tidak luka. Karena aku lupa, kalau korban punya ilmu kebal," ujar tersangka saat memeragakan dirinya membacok korban
Ketika itulah, korban yang mengetahui dirinya di bacok tersangka langsung berbalik dan mengayunkan pahat sadapan karet ke arah tersangka.
Korban sempat menertawakan tersangka yang terjatuh setelah diayunkan pahat penyadap karet.
Merasa ditertawakan, tersangka berdiri dan kembali membacok korban dibagian wajah sebanyak dua kali.
Bacokan itulah, membuat korban tersungkur.