Simak Kisah Penggali Kubur Korban Covid-19, Sudah Memakamkan Jenazah Sebanyak Ini
Adalah Munaji Salah satu penggali makam di Tempat Pemakaman Umum ( TPU) Keputih, Kota Surabaya, mengaku telah menguburkan lebih kurang 800 jenazah Cov
Editor:
Muuhammad Ferry Fadly
AP/Dmitry Serebryakov
Foto ini menunjukkan kuburan baru di pemakaman Butovskoye, yang berfungsi sebagai salah satu tempat pemakaman bagi mereka yang meninggal karena virus corona, di Moskwa, Rusia. Cara Rusia menghitung kematian selama pandemi virus corona bisa menjadi salah satu alasan mengapa jumlah kematian resminya jauh di bawah banyak negara lain, bahkan ketika Rusia melaporkan sedikitnya 511.000 infeksi, hanya di belakang Amerika Serikat dan Brasil.
Menurut pengakuan Herman, dirinya dan rekan-rekannya mendapat upah Rp 750.000 untuk satu lubang.
Uang itu kemudian dibagi merata.
• Kasus Korupsi RSUD di Bungo, Polda Jambi Tetapkan Manajer Perusahaan Pemenang Lelang Jadi Tersangka
• Danrem 042/Gapu Beranjangsana ke Tribun Jambi, Bersinergi adalah Kekuatan
• Giring Nidji Mau Jadi Calon Presiden 2024, Pengamat: Sangat Sulit Untuk Dicalonkan
"Tidak ada uang tambahan lain, hanya itu saja. Kalaupun ada dikasih vitamin. Tapi kami tetap ikhlas, karena ini hanya ini yang bisa saya bantu selama pandemi ini," ujar Herman. (*)
Sumber : Tribunjogja.com , https://jogja.tribunnews.com/2020/08/25/pengakuan-munaji-pengali-kubur-selama-masa-pandemi-covid-19-di-surabaya?page=all.
Berita Terkait