Tiga Balita di Tanjab Barat Meninggal Akibat DBD, Dinkes Sebut Lambat Dapat Pertolongan

Tiga orang anak balita di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meninggal akibat Demam Berdarah Dongue (DBD).

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa
Ilustrasi nyamuk 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Tiga orang anak balita di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meninggal  akibat Demam Berdarah Dongue (DBD). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Arida Santi Oren melalui Ermadayanti, Kasi Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar.

Ia menyebutkan bahwa tiga anak balita tersebut karena terserang DBD. Ketiganya kata Ermadayanti terlambat mendapatkan penangganan.

"Sampai dengan Agustus ini ada tiga kasus bayi umur dibawah lima tahun yang meninggal dunia karena DBD. Ini karena terlambat penangganan," sebutnya.

September Kasus DBD di Tanjab Barat Diprediksi Naik, Segini Jumlah Kasus Saat Ini

KPU Provinsi Jambi Minta Seluruh Cakada Lakukan Uji Swab Sebelum Pendaftaran, Antisipasi Covid-19

BREAKING NEWS 9 Tahanan BNN Jambi Kabur, Tarmizi Dibekuk di Rumah Keluarganya

Kata Ermadayanti, dalam situasi pandemi Covid-19 ini masyarakat enggan untuk memeriksakan diri ke puskesmas atau klinik kesehatan. Termasuk terhadap tiga anak tersebut, sehingga terlambatnya pertolongan membuat tiga anak tersebut meninggal dunia.

"Jadi masyarakat anggapnya demam biasa, dan takut untuk bawa anaknya berobat karena situasi Covid-19. Jadi tiga kasus itu memang terlambat penangganan, karena orang tuanya takut untuk memeriksakan anaknya," kata Ermadayanti.

Kabupaten Tanjabbar sendiri memiliki wilayah endemik DBD, yakni Kecamatan Tungkal Iir. Sementara itu, tiga anak yang meninggal juga berasal dari Tungkal Ilir. Ermadayanti juga menyebutkan bahwa, pada tahun lalu terdapat dua anak balita yang juga meninggal dunia.

"Tahun lalu itu ada dua kasus, anak dibawah usia lima tahun juga meninggal dunia. Sekarang ini baru sampai Agustus dan sudah ada tiga kasus,"terangnya.

Ermadayanti meminta kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar rumah dan menerapkan pola hidup sehat. Termasuk dengan melakukan upaya kontrol terhadap kebersihan air dan kemungkinan tempat-tempat yang menjadi perkembang biakan jentik nyamuk.

"Apalagi kondisi daerah Tanjabbar yang memang kebanyakan menampung air hujan. Nah bak tampungan air ini yang perlu di perhatikan, jika memang ada jentik-jentik nyamuk bisa dikuras atau dibersihkan atau mungkin dengan bubuk larva sida,"jelasnya

"Untuk yang sakit, terutama anak-anak jika panasnya tinggi selama tiga hari, segera bawa ke klinik atau puskesmas. Biar di cek, karena tau nya DBD atau bukan dari cek darah," pungkasnya

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved