Penembakan Wisconsin, Pria Kulit Hitam Jacob Blake Ditembak Polisi Didepan Anaknya, Begini Kronologi

Seorang ayah berkulit hitam, Jacob Blake ditembak polisi sebanyak 7 kali di Kenosha, Wisconsin Amerika Serikat

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
The Sun
Jacob Blake korban penembakan polisi di Wisconsin 

TRIBUNJAMBI.COM - Viral, kekerasan polisi ke pria kulit hitam kembali terjadi di Amerika Serikat.

Seorang ayah berkulit hitam, Jacob Blake ditembak polisi sebanyak 7 kali di Kenosha, Wisconsin Amerika Serikat.

Ironisnya, penembakan kepada Blake oleh polisi tersebut terjadi di depan anaknya. Insiden itu terjadi, Minggu (23/8/2020) sore waktu setempat.

Melalui video yang viral, Blake yang tak bersenjata ketika itu sedang berjalan ke arah mobilnya diikuti dua orang polisi. Namun ketika tengah membuka mobilnya, polisi langsung menembak Blake.

414 SPBU Layani Transaksi Nontunai, Pertamina Sumbagsel Cegah Penyebaran Covid-19

Sudah Dipesan hingga 197.454 Lembar, Penukaran UPK Rp75.000 Bisa Kolektif

Menurut seorang saksi mata, Blake ketika itu tengah berusaha melerai pertengkaran dua orang perempuan di dekat rumahnya.

Dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit oleh polisi. Namun, hingga saat ini belum diketahui kondisi dari Blake.

Video rekaman penembakan Blake pun tersebar luas, dan mendapat kecaman dari masyarakat maupun pejabat daerah.

Gubernur Wisconsin Tony Evers, bahkan mengutuk keras terjadinya penembakan tersebut.

“Malam ini, Jacob Blake telah ditembak beberapa kali di siang hari di Kenosha, Wisconsin. Kathy dan saya beserta keluarga, teman dan tetangga berharap cederanya tak semakin parah,” cuitnya di Twitter seperti dikutip dari The Sun.

“Kami belum tahu detalnya, tapi yang jelas dia bukanlah orang kulit hitam pertama yang ditembak, terluka atau terbunuh di tangan penegak hukum di negara atau pun negara bagian kita,” tambahnya.

Kritikan terhadap kepolisian juga datang dari pengacara pembela hak sipil yang juga kuasa hukum Goerge Floyd, Benjamin Crump. Dia menyesalkan kejadian itu disaksikan anak Blake.

“Mereka melihat polisi menembak ayah mereka. Kami tak bisa membiarkan petugas melanggar tugas mereka yang seharusnya melindungi kami. Anak-anak kita pantas mendapat yang lebih baik,” ujarnya.

Selain itu masyarakat yang geram dengan prilaku polisi tersebut mendatangi lokasi kejadian dan melempari para petugas dengan batu bata dan bom molotov.

Kasus pembunuhan yang dilakukan polisi terhadap warga kulit hitam AS memang kerap kali terjadi.

Tetapi peristiwa yang memberikan dampak besar, adalah pembunuhan Goerge Floyd oleh polisi di Minnesota.

Kasus itu yang kemudian membuat gerakan Black Lives Matters menggema di seantero Amerika Serikat. Bahkan gerakan tersebut juga melanda sejumlah negara-negara Eropa.

SUMBER: Kompas TV

Deklarasi HPCI Chapter Jambi di Bukit Khayangan Sungaipenuh

Presiden Jokowi Berencana Jual Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia ke Luar Negeri, Stok Mencukupi?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved