Berita Bungo
Alat Berat Dibakar, Masyarakat Sudah Sering Ingatkan untuk Stop Aktivitas PETI di Sungai Batang Tebo
Kepada awak media, Aprizal mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh kepala desa se kecamatan Bathin II Pelayang dan dikawal oleh petugas kea
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di hulu Sungai Batang Tebo yang tak kunjung berhenti buat ratusan masyarakat Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo kesal hingga turun ke lapangan, Minggu (23/8/2020).
Aprizal, Kepala Desa Peninjau, Kecamatan Bathin II Pelayang mengatakan saat turun masyarakat berhasil menemukan alat berat jenis eksavator. Tanpa ada yang mengomandoi, alat berat tersebut langsung dibakar massa.
Kepada awak media, Aprizal mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh kepala desa se-Kecamatan Bathin II Pelayang dan dikawal oleh petugas keamanan.
• Setahun Jaga Perbatasn, Begini Suasana Pertemuan Prajurit dengan Keluarga di Mako Yonif 142/KJ
• Gedung Kejagung kebakaran, Bagaimana Kabar berkas Kasus-kasus Besar? Nasib Djko Tjandra-Jiwasraya
• Sinopsis Drama Korea The King of Dramas Episode 4, Anthony Kim Menjadi Produser Drama Lagi
"Kami berterimakasih kepada aparat kepolisian dan juga TNI yang telah membantu kami dalam mengawal masyarakat ke lokasi. Semua Rio se-Kecamatan Pelayang tadi juga turun langsung," ucap Aprizal kepada awak media.
Bukan tanpa sebab untuk turun langsung ke lapangan, sebab Aprizal menyebutkan bahwa sebelum melakukan aksi itu pihaknya sudah lebih dulu mengingatkan agar hama perusak sungai tersebut angkat kaki dari hulu Sungai Batang Tebo. Namun, masih saja ada yang membandel.
"Saat dilakukan survei kita temukan ada empat unit alat berat. Sudah berkali kita ingatkan. Saat kami turun tadi masih saja ada satu lagi yang ditemukan dan kemudian dibakar," ungkapnya.
Aprizal mengatakan lokasi PETI tersebut memang cukup jauh, yakni berada di Kacamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Dimana air sungai tersebut mengalir ke wilayah Kacamatan Pelayang.
"Masyarakat kami sebagian besar masih menggunakan air sungai sebagai kebutuhan minum, mencuci dan lainnya. Makanya kami sangat mengeluh dengan aktivitas ilegal ini," katanya.
Dengan turunnya langsung masyarakat ini, maka Aprizal berharap kemudian hari tidak ada lagi aktivitas ilegal di hulu Sungai Batang Tebo. Ia berharap aksi ini bisa membuat jera para pemain.
"Kalau masyarakat sudah turun maka tak akan ada lagi ampun dsn tawar menawar, untuk itu kami ingatkan jangan sampai ada lagi aktivitas ilegal di Sungai Batang Tebo. Jika masih ada, maka kami akan kembali turun," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/alat-berat-peti-di-sungai-batang-tebo-bungo-dibakar-massa.jpg)