Fenomena Perigee Jumat (21/8) Pukul 17.49 WIB, Bulan akan Tampak Lebih Besar

Perigee ini bisa terjadi karena dalam peredaran Bulan mengelilingi Bumi, lintasannya tidak lingkaran sempurna, tetapi sedikit elips.

Editor: Suci Rahayu PK
AP PHOTO / Ronald Zak
Supermoon terlihat di Austria, 10 Agustus 2014. Supermoon disebut para ilmuwan sebagai bulan perigee, terjadi saat bulan berada di dekat cakrawala dan tampak lebih besar dan lebih terang dari bulan purnama lainnya. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sore nanti, sekitar pukul 17.49 WIB, Anda bisa menyaksikan Fenomena Langit Perigee, yakni Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( Lapan) Emanuel Sungging mengatakan bahwa pada saat Fenomena Alam Perigee terjadi, maka bulan akan terlihat lebih besar daripada biasanya.

"Bulan akan tampak lebih besar jika diamati dari Bumi," kata Emanuel kepada Kompas.com, Selasa (2/6/2020).

Perigee ini bisa terjadi karena dalam peredaran Bulan mengelilingi Bumi, lintasannya tidak lingkaran sempurna, tetapi sedikit elips.

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay.com)

"Ada kalanya (bulan) agak jauh dari Bumi disebut Apogee, dan saat dekat disebut sebagai Perigee," jelasnya.

Meskipun Bulan akan tampak lebih besar daripada biasanya ketika perigee ini terjadi, tetapi peristiwa ini berbeda dengan bulan purnama ataupun supermoon.

Emanuel mengatakan, petang nanti jarak Bumi dan Bulan sekitar 360.300 kilometer, dengan iluminasi 7,6 persen (fase sabit awal), dan lebar sudut sekitar 32,9 menit busur.

Curhatan Ibu Kandung Viral, Ibu Angkat Nadya Mustika Angkat Suara: Hanya Ingin Menjaga Nama Baik

Gadis Cantik & Seksi Baru 25 Tahun Cari Pacar, Sediakan Rp 55 Juta Kalau Tinggal Bersama

Lapan juga menyebutkan, fenomena perigee sore nanti Bulan akan terletak di manzilah Awwa yaitu Auva, Lambda Virginis di konstelasi Virgo ketika perigee terjadi.

Kendati, puncaknya akan terjadi pada pukul 17.49 WIB. Namun sejumlah wilayah Indonesia baru dapat menyaksikan perigee Bulan ketika Matahari terbenam, yakni Jakarta, Bandung, Sumedang, Garut dan Pontianak.

Dampak pada bumi

Mengenai pengaruh fenomena perigee terhadap kondisi Bumi, disebut Emanuel sama seperti pengaruh fenomena bulan lainnya.

Dampak paling utama adalah peningkatan air pasang karena adanya gravitasi Bumi.

Akan tetapi, perigee bukanlah satu-satunya faktor penentu peningkatan air pasang.

Banyak kondisi atau faktor lainnya yang bisa menyebakan terjadinya pasang air laut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nanti Sore Ada Fenomena Perigee, Bikin Bulan Tampak Lebih Besar"
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Gloria Setyvani Putri

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved