Breaking News:

31 Warga SAD Sarolangun Masuk Islam, Kemenag Gandeng KUA dan Baznas

Kepala Kemenag Sarolangun, M Syatar mengatakan pihaknya menggandeng KUA bekerjasama dengan Baznas melakukan pendampingan keagamaan pada SAD.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
SAD di Sarolangun masuk Islam. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Pembinaan kelompok Suku Anak Dalam (SAD) tidak hanya melakukan pemberdayaan SDM dari sisi ekonomi, tetapi juga dari segi agama.

Pemberdayaan itu dilakukan dengan cara mengislamkan warga SAD dan melakukan pendampingan keagamaan.

Kepala Kemenag Sarolangun, M Syatar mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini menggandeng KUA bekerjasama dengan Baznas melakukan pendampingan keagamaan tersebut.

Pembinaan dari KUA melalui penyuluh agama ini sudah mencapai 31 orang warga SAD sudah diIslamkan, baik dewasa maupun anak-anak.

"Mengislamkan merupakan perhatian kita kepada SAD," katanya.

Petani di Tanjab Timur Kembangkan Usaha Budidaya Madu, Sebulan Bisa Hasilkan 8 Ton Madu

VIDEO Dibacok Anggota Geng Motor, Begini Kondisi Terkini Briptu M Naufal

Memang warga SAD yang tersebar di Sarolangun ada di berbagai wilayah. Untuk mengumpulkannya di suatu wilayah saat ini bantuan dari pemerintah daerah sudah mendapatkan respon. Respon itu dalam bentuk lahan untuk mendirikan pondok pesantren untuk SAD.

Dengan mengislamkan warga SAD ini diharapkan SAD bisa hidup teratur, tidak kembali ke kebiasaan sebelumnya. Dan yang terpenting warga SAD bisa nyaman untuk bergabung dan bersanding dengan masyarakat umum lainnya.

Pembinaan ini dilakukan sebagai wujud nyata perhatian Kemenag terhadap para muallaf, khususnya SAD karena Islam bukan hanya mengucapkan dua kalimat syahadat tapi juga harus melakukan ibadah lainnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved