Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

VIDEO Sejarah dan Mitos Malam 1 Suro, Mandikan Pusaka hingga Lebaran Makhluk Gaib

Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa Malam 1 Suro dipandang memiliki makna mistis lebih dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Tayang:
Editor: Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM - Malam 1 Suro tahun 2020 ini jatuh pada tanggal 19 Agustus yang bertepatan dengan hari Rabu.

Malam tersebut merupakan malam Tahun Baru Islam pada 1 Muharram 1442 Hijriyah.

Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa Malam 1 Suro dipandang memiliki makna mistis lebih dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Pada Malam 1 Suro para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat jawa) akan menyucikan dirinya berikut benda-benda yang diyakini sebagai pusaka.

Sejumlah kraton dari Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, hingga Kasepuhan Cirebon bahkan punya tradisi masing-masing untuk merayakan 1 Suro.

Kraton Surakarta misalnya.

Pada malam 1 Suro biasanya akan menjamas (memandikan) pusaka-pusaka kraton termasuk mengirab kerbau bule, Kiai Slamet. 

Pengumuman Jadwal dan Lokasi SKB CPNS 2019, Bakal Ada Dua Tahap Penyeleksian

VIDEO Jaksa Penuntut Umum Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan, Meninggal Dunia

Sejarah Malam 1 Suro

Nama lain Malam 1 Suro adalah malam 1 Muharam dalam penanggalan Hijriyah atau Islam.

Ihwal ini tak terlepas soal penanggalan Jawa dan kalender Hijriah yang memiliki korelasi dekat.

Khususnya sejak zaman Mataram Islam di bawah Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645).

Penanggalan Hijriyah memang di awali bulan Muharam.

Oleh Sultan Agung kemudian dinamai bulan suro.

Kala itu Sultan Agung berinisiatif mengubah sistem kalender Saka yang merupakan kalender perpaduan Jawa asli dengan Hindu.

Sultan terbesar Mataram tersebut lantas memadupadankan kalender Saka dengan penanggalan Hijriyah.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved