Breaking News:

8 Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim, Ada yang Menguntungkan Bagi Mahasiswa dan Pelajar

Nadiem Makarim terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan dampak pandemi Covid-19.

Editor: Nani Rachmaini
ist
Mendikbud Nadiem Makarim soal evaluasi pendidikan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Lebih dari 200 negara di dunia mengalami pandemi Covid-19, termasuk Indonesia.

Berbagai sektor pun terkena dampak, tak terkecuali dunia pendidikan.

Seluruh aktivitas belajar mengajar baik di sekolah maupun kampus dialihkan secara daring.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang kini dipimpin Nadiem Makarim terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan dampak pandemi Covid-19.

1. Fasilitasi Percepatan Penanganan Pandemi

Untuk membantu penanganan pandemi Covid-19, anggaran Kemdikbud harus dipotong hingga Rp 4,9 triliun.

Anggaran yang dipotong berasal dari kegiatan yang tidak relevan dilakukan di masa pandemi, seperti perjalanan dinas, rapat-rapat, dan acara-acara yang tidak dapat dilakukan di berbagai macam direktorat jenderal maupun badan-badan.

"Saya harus jujur ini termasuk yang tersulit yang pernah kita lakukan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tapi, karena kondisi krisis memang harus dilakukan,"kata Nadiem Makarim beberaa waktu lalu.

Perubahan anggaran Kemendikbud Tahun 2020 dari sebelumnya Rp75,70 triliun menjadi Rp70,72 triliun adalah sebagai dampak kebijakan Pemerintah dalam realokasi dan refocussing Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 untuk mendukung penanganan bencana non-alam Coronavirus Disease (COVID-19).

"Kami ingin memastikan bahwa program-program prioritas bisa berjalan dengan efektif dan perubahan anggaran ini dilakukan tanpa mengurangi kualitas pendidikan di Indonesia," terang Mendikbud.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved