Ironi, Pengangguran di Indonesia Ternyata Didominasi Oleh Kalangan Berpendidikan
Apa yang anda pikirkan bila berbicara tentang pengangguran? Orang-orang yang tidak berpendidikan? Salah besar! Sebuah ironi justru terjadi di
TRIBUNJAMBI.COM- Apa yang anda pikirkan bila berbicara tentang pengangguran? Orang-orang yang tidak berpendidikan? Salah besar!
Sebuah ironi justru terjadi di Indonesia.
• Disangka Bunuh Diri, Mahasiswi S2 Ini Ternyata Dibunuh Pacar setelah Diminta Pulang Orangtua
• FOTO-FOTO Kecelakaan Maut Mobil Jazz vs Truk, 3 Cewek Tewas di Jalan Lintas Sumatera Km 31 Bungo
• Nella Kharisma dan Dory Harsa Menikah? Undangan Pemberkatan di Gereja Beredar, Media Sosial Heboh
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebutkan, kondisi pengangguran di Indonesia
didominasi oleh orang yang berpendidikan tinggi.
Menurut dia, 56 persen yang bekerja adalah orang-orang berpendidikan SMP ke bawah.
• Kecelakaan Maut Mobil Rombongan Pengantin Terjun Ke Dasar Sungai, 6 Orang Tewas
• Ternyata 5 Zodiak Ini Dikenal Susah Move On dari Mantan Pacar, Cek di Sini Yuk!
• Tiga Pasien Positif Covid-19 Batanghari Warga Muara Bulian dan Bajubang
"Sementara, mereka yang nganggur, ini kebalikannya justru pendidikan yang lebih tinggi, SMK, perguruan tinggi, dan diploma. Yang bekerja pendidikannya rendah, yang nganggur justru pendidikannya tinggi. Ini ironi," ucapnya secara virtual
, Jumat (14/8/2020).
Untuk itu, Menaker mengupayakan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dengan cara pelatihan dan meningkatkan pendidikan.
• Kronologi Mobil Jazz vs Truk Kecelakaan Maut Bungo hingga Ringsek dan Terjepit
• Adakan Motocross dan Grasstrack Gubernur Jambi Salurkan Bakat Anak Muda Secara Positif
• Heboh Boneka Annabelle Kabur dari Museum, Paranormal Beber Faktanya: Dia Tidak Ada Teman Bermain
• Begini Cara Pemilik UMKM Mendapatkan Bantuan Modal Rp 2,4 Juta dari Pemerintah
"Kita akan dapat bonus demografi sampai tahun 2030 puncaknya. (Ini) harus ada percepatan. Caranya percepatan adalah melalui peningkatan sumber daya manusia, penguatan pendidikan, dan pelatihan vokasi," ujarnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tahun depan persentase pengangguran diproyeksi akan berada di kisaran 7,7 persen hingga 9,1 persen. Sementara itu, persentase kemiskinan diperkirakan sebesar 9,2 persen hingga 9,7 persen.
"Dengan menekankan pada penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379, serta indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) di kisaran 72,78-72,95," ujar Jokowi ketika memberikan pidato dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2021 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, hari ini.
Jokowi mengatakan, target-target tersebut harapannya dapat tercapai dengan RAPBN 2021 yang diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Artikel ini telah terbit di KOMPAS.com dengan judul Menaker: Yang Menganggur Justru Pendidikannya Tinggi, Ini Ironi...