Breaking News:

Warga Limun Bakar Alat Berat Pemilik PETI, Sempat Terdengar Suara Letusan Senjata Api

Massa yang tergabung beberapa desa di Kecamatan Limun, Sarolangun membakar alat berat milik pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

ist
Alat berat untuk PETI di Sarolangun dibakar massa. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Massa yang tergabung beberapa desa di Kecamatan Limun, Sarolangun membakar alat berat milik pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Ahyat, salah seorang warga mengatakan bahwa dari aksi ratusan warga yang menolak kegiatan PETI di wilayahnya.

Mereka berhasil membakar satu alat berat, sedangkan satu alat berat lagi sudah dibawa kabur oleh pelaku karena malam sebelum aksi warga, para pelaku sudah mengetahui.

"Malam sebelum aksi warga, pelaku berhasil melarikan diri dengan membawa 1 alat berat. Sedangkan masih ada 1 alat berat di lokasi dan warga barhasil membakarnya," katanya, Jumat (14/8).

Bocah 9 Tahun Meninggal Terbakar, Rumah di Londrang Ludes Akibat Korsleting Listrik

Dapat Dukungan Empat Partai, Muklis-Supardi Siap Maju di Pilkada Tanjabbar

Solar Langka, Pemilik Penggilingan Padi di Kerinci dan Sungai Penuh Geruduk SPBU

Ia menerangkan, jika pada waktu pembakaran alat berat itu, memang ada terjadi sedikit perlawanan dari para pelaku. Untuk menghalau warga masuk ke lokasi, para pelaku mengarahkan dan menembakan senjata api ke atas.

Tidak tinggal diam, warga yang juga berbekal senjata rakitan itu juga menembakan sejata api ke atas.

Mendengar tembakan dari warga dari kejauhan, para pelaku terpaksa kabur dan meninggalkan satu alat berat di lokasi.

"Baku tembak dengan pelaku, ya tembakan itu untuk menakuti warga dengan menggunakan senpi dan menembak ke atas. Masyarakat saat itu juga sudah melengkapi persiapan dengan menggunakan senpi yang dirakit sendiri. Jadi dibalas lagi ke atas dan pelaku kabur dan meninggalkan alat, alat tersebut lalu dibakar," katanya.

Aksi warga ini kurang lebih 300 orang sengaja karena mempertahankan wilayahnya agar tidak dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dari ratusan warga yang turun ke lokasi ini juga sudah pulang dengan selamat dan tidak mengakibatkan korban jiwa.

Namun, setelah tindakan yang dilakukan warga, diduga pelaku masih ngotot dengan memasang portal ke arah lokasi.

"Tindakan sekarang orang itu masang portal di Desa Lubuk Bedong wilayah hilir. Sampai sekarang masih diportal untuk menghambat warga menuju lokasi. Dio sudah tutup akses jalan," katanya. (Yan)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved