Breaking News:

Solar Langka, Pemilik Penggilingan Padi di Kerinci dan Sungai Penuh Geruduk SPBU

Para pelaku usaha industri dan sopir truk di Kerinci dan Kota Sungai Penuh datanggi pihak SPBU, akibat solar langka, Jumat (14/8).

Tribunjambi/Heru
Puluhan pelaku usaha industri dan sopir truk di Kerinci dan Kota Sungai Penuh datanggi pihak SPBU, akibat solar langka, Jumat (14/8). 

TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAIPENUH - Sudah tiga hari tak dapat BBM jenis Solar dan selalu antre untuk mendapatkannya, para pelaku usaha industri dan sopir truk di Kerinci dan Kota Sungai Penuh datanggi pihak SPBU, Jumat (14/8).

Mereka mengaku sangat dirugikan karena susahnya mendapatkan BBM solar subsidi di SPBU. Apa lagi pasokan BBM solar terbatas dan sering tak dapat bagian.

Pantauan di SPBU Pelayang Raya Kota Sungai Penuh, Jumat (14/8/2020) ratusan pemilik penggilingan padi (rice miling) dan sopir truk mendatangi SPBU meminta isian BBM Solar.

UPDATE Kasus Corona di Indonesia Bertambah 2.307 Pasien Positif Baru pada 14 Agustus, Jambi 7 Orang

Pembawa Ekstasi 2.895 Butir di Jambi Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 2 Miliar

"Sudah tiga hari kami antrean di sini, mau isi solar untuk mesin penggilingan padi. Sekarang malah solar kami dapat dibatasi," kata Suparman pemilik penggilingan padi di Desa Tamiai Batang Merangin Kerinci ketika ditemui di SPBU.

Ia mengeluh, solar untuk usaha penggilingan padi miliknya sudah tiga hari tidak beroperasi. Lantaran Solar sebagai bahan bakar tidak bisa didapatkan.

"Kita minta pemerintah dan pihak Pertamina tanggap. Supaya pasokan solar untuk kebutuhan pengusaha kecil dipenuhi. Jika seperti ini terus, Kerinci-Sungai Penuh tidak bisa tercapai surplus beras, karena mesin kita butuh solar, dan pasokan beras daerah tetangga tidak terpenuhi," ungkap Suparman.

Terpisah, Ediyanto sopir truk juga mengatakan hal sama. Untuk mendapatkan solar kebutuhan mobilnya harus antre semalam di SPBU mendapatkan solar 60 liter.

"Jika seperti ini terus, banyak kerugian kami. Mana mikir kredit dan trip angkutan tidak tercapai karena antrean semalam hingga siang," ujarnya.

Sahdiyah pemilik SPBU Pelayang Raya Kota Sungai Penuh dikonfirmasi terkait keluhan petani, pelaku usaha dan sopir truk, mengatakan untuk pasokan BBM solar dalam perjalanan dari depot Telung Kabung Padang.

"Untuk menjawab pertanyaan masyarakat, pelaku usaha penggilingan padi. BBM dalam pengiriman dari Teluk Kabung," kata Sahdiah.

Anehnya, jadi pertanyaan jarak tempuh depot Pertamina teluk kabung ke Sungai Penuh sekitar 7-8 jam. Namun, setiap hari ratusan mobil dan pemilik penggilingan padi setiap hari antrean, bahkan BBM solar dan Pertalite sering habis.

BREAKING NEWS, Pasien Positif Covid-19 di Jambi Tambah 7 Orang, Total 222 Pasien, Sembuh Tambah Satu

Puluhan Anggota Kodim 0420/Sarko Tes Urine, Dandim Warning Anggota Positif Narkoba Akan Dipecat

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Respect Doni Antonius angkat bicara. Ia meminta pihak terkait dan Pertamina Teluk Kabung padang dan Jambi menambah kebutuhan pasokan BBM solar dan pertalite untuk Kerinci-Kota Sungai Penuh.

"Kita minta pertamina dan pihak Elnusa agar memenuhi pasokan BBM untuk Kerinci-Kota Sungai Penuh. Dimana Sungai Penuh-Kerinci ini adalah perekonomiannya tani usaha gilingan padi, kopi membutuhkan BBM solar," tegas Doni.

Terkait hal tersebut, selaku menyambung aspirasi masyarakat, pihaknya akan menyurati pihak Pertamina terkait keluhan petani soal pasokan solar.

"Nanti kita akan menyurati dirut Pertamina, supaya bisa memenuhi kebutusan masyarakat petani dan pelaku usaha kecil," tandasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved