Rabu, 20 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal Dunia, Tertular Covid-19

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani dikabarkan meninggal dunia sekira pukul 02.30 WITA, Senin (10/8/2020) setelah dirawat karena covid-19.

Tayang:
Editor: Rohmayana
ist
Petugas mengusung peti jenazah almarhum Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani menuju Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (10/8/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, BANJARBARU -Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani dikabarkan meninggal dunia sekira pukul 02.30 WITA, Senin (10/8/2020) setelah dirawat karena covid-19.

Kabar duka saat pandemi virus corona tedengar dari Banjarbaru Kalimantan Selatan

Kabar duka itu langsung memantik doa dan ras duka, khususnya masyarakat kota Banjarbaru di media sosial.

"Innalillahi Wa'inna Ilaihi Rojiuun. Telah bepulang kerahmatullah Wali kota, Banjarbaru, Bapak " H. NADJMI ADHANI ", mohon dimaafkan segala kesalahan beliau, semoga Allah merahmati beliau, insya allah beliau husnul khatimah dan diberikan tempat yang mulia disisi Allah SWT," tulis Kepala Dishub Kota Banjarbaru, A Yani Makkie di media sosial.

Hal ini dibenarkan langsung oleh Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie

“Innalillahiwainnailaihi rojiun, elah meninggal dunia bapak Wali Kota banjarbaru H Nadjmi Adhani, pukul 02.30 wita di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Semoga beliau khusnul khatimah,” ujarnya.

Sebelumnya, seperti yang telah diberitakan kondisi kesehatan Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani, pada Minggu (9/8/2020) siang dikabarkan sempat drop kondisinya di tempat perawatan Covid-19.

Akui Pernah Kesal Kepada Nagita Slavina, Raffi Ahmad Gengsi Bilang Cemburu

10 Daerah di Indonesia Paling Rawan ASN Tidak Netral di Pilkada 2020, Termasuk Satu Kota di Jambi

Dikonfirmasi soal keadaan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, membenarkan bahwa kondisi Nadjmi tadi siang agak kurang stabil.

Dia juga membenarkan bahwa Wali Kota dengan kondisi yang sempat kurang stabil tersebut harus dibantu alat bantu ventilator oksigen dan sejenisnya.

Kabag Humas Pemko Banjarbaru, Dedi Sutoyo, juga membenarkan kondisi tersebut.

"Mohon doanya, kondisi beliau sempat menurun," tulisnya singkat, Minggu (9/8/2020).

Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, saat mengikuti Webinar Inovasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19 dan meminta kepala sekolah di bawah kewenangan Disdik Kota Banjarbaru supaya memberi edukasi kepada siswa tentang protokol kesehatan, Senin (20/7/2020).
Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, saat mengikuti Webinar Inovasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19 dan meminta kepala sekolah di bawah kewenangan Disdik Kota Banjarbaru supaya memberi edukasi kepada siswa tentang protokol kesehatan, Senin (20/7/2020). (istimewa/by Banjarmain Post/HUMAS PEMKO BANJARBARU)

Penuhi Syarat 7 Kursi, UAS-Khairan Siap Bertarung di Pilkada Tanjabbar 2020

Saturasi Oksigen Sempat Menurun, Wali Kota Banjarbaru Bernapas Dibantu Ventilator
Sebelum menigggal, kondisi kesehatan Nadjmi Adhani, dikabarkan menurun drastis di tempat perawatan Covid-19 , Minggu (9/8/2020).

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin, merawatnya bahkan harus memasangkan ventilator untuk membantu pernapasan Nadjmi.

Pasalnya, saturasi oksigen di tubuh Wali Kota Banjarbaru ini menurun signifikan bahkan sempat menyentuh angka 35 persen.

Hal ini dibenarkan Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Hj Suciati. "Ya, saturasinya kurang baik. Dipasang ventilator pukul 10.00 Wita, seizin putera beliau," kata Suciati dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (9/8/2020).

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved