Breaking News:

Ini Kendala Pemkab Tanjab Timur Kembangkan Situs Budaya, Mulai Anggaran hingga Tim Ahli

Ini beberapa kendala Pemerintah Tanjabtim untuk dapat mengembangkan situs budaya di Tanjabtim.

tribunjambi/Abdullah Usman
Proses ekskavasi perahu kuno di Desa Lambur Satu, Tanjab Timur 

TRIBUNJAMBI.COM,MUARA SABAK - Ini beberapa kendala Pemerintah Tanjabtim untuk dapat mengembangkan situs budaya di Tanjabtim, satu diantaranya hingga saat ini Pemda belum memiliki tim ahli cagar budaya

Selain proses penelitian dan kajian ekskavasi mendalam terhadap sebuah situs sejarah, beberapa persoalan masih menjadi permasalahan untuk pengembanagan lebih lanjut situs tersebut. 

" Kendala kita saat ini dalam pengembangan (tindak lanjut situs), Kabupaten masih belum memiliki tim ahli cagar budaya yang bersertifikat," ujar Kabag Litbang Zekki Zulkarnain.

Selain itu, lanjutnya persoalan anggaran juga menjadi permasalahan tersendiri. Selain itu kita juga belum memiliki surat keputusan cagar budaya yang dikeluarkan langsung oleh Bupati Tanjabtim sesuai amanat UU. 

Menguak Misteri Sejarah Kemaritiman Nusantara, Situs Perahu Kuno Lambur Akan Kembali Diteliti

Cegah Penyebaran Covid-19, Posko Pengawasan di Perbatasan Jambi Akan Kembali Diaktifkan

" Kalau hanya surat keputusan mungkin Bupati bisa saja terbitkan, namun untuk tim ahli tadi butuh proses dan biaya besar karena syarat utamanya harus ada tim ahli," tambahnya.

Selain harus bersertifikat, untuk mengikuti uji kompetisi mendapatkan sertifikat tim ahli tersebut juga membutuhkan biaya cukup besar, dan belum tentu menjamin kelulusan. 

" Untuk pengajuan pengadaan anggaran khusus tim ahli sendiri sejauh ini belum ada, mengingat tahun ini masih di masa pandemi," ujarnya.

Senada dengan Litbang, Kabid Kebudayaan disbudparpora Tanjabtim Teguh Ronaldo beberapa waktu lalu menuturkan terkait tim ahli cagar budaya memang sudah sejak lama dibutuhkan. Terutama dalam tindak lanjut sebuah temuan  cagar budaya di Tanjabtim.

" Untuk membuat tim ahli cagar budaya saat ini juga belum ada, dalam tim tersebut ada dua tim yakni pendaftaran cagar budaya dan ahli cagar budaya yang telah memiliki sertifikat dari kementrian," jelasnya.

Sesuai aturan pada Undang-Undang tiap daerah dan provinsi kabupaten kota wajib memiliki tim tersebut. Sesuai UU No.11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

" Keberadaan tim ahli tersebut terbilang perlu terlebih di Kabupaten Tanjab Timur sendiri memiliki potensi dan nilai sejarah cukup tinggi," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved