Breaking News:

Menguak Misteri Sejarah Kemaritiman Nusantara, Situs Perahu Kuno Lambur Akan Kembali Diteliti

Guna mengangkat sejarah kejayaan maritim di kawasan pesisir Pantai Timur Jambi, Pemerintah akan kembali melakukan penelitian situs perahu kuno.

tribunjambi/Abdullah Usman
Ekskavasi Perahu Kuno di Lambur, Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Guna mengangkat sejarah kejayaan maritim di kawasan pesisir Pantai Timur Jambi, Pemerintah Tanjabtim akan kembali melakukan penelitian situs perahu kuno melibatkan arkeolog pertama saat ekskavasi pada tahun 1997. Senin (10/8)

Lanjutan penelitian situs perahu kuno lambur tersebut bukan tanpa alasan, mengingat dari hasil kesimpulan penelitian pada tahun 2019 lalu situs perahu kuno lambur memiliki keunikan dan sejarah tersendiri.

"Salah satu keunikan dan keistimewaan perahu kuno lambur tersebut, dari ekskavasi yang dilakukan diketahui bahwa jenis atau model perahu kuno lambur tersebut merupakan satu satunya jenis perahu kuno yang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh kapal kapal lainya yang pernah ditemukan di Indonesia," ujar Kabag Litbangda Kabupaten Tanjabtim Zeki.

24 Hotspot Terpantau di Jambi, Enam di Antaranya di Merangin

Kepala Dinas Pendidikan Muarojambi Akui Keluarkan Kebijakan Kontroversi, Akhirnya Minta Maaf

"Dengan keistimewaan itulah kita mengharapkan kedepan Tanjabtim ini dapat menjadi isu strategis untuk pengembangan wisata dan budaya," tambahnya.

Lanjutnya, pada tahun depan pihaknya bersama, Dinas terkait, akademisi, dan Kementrian akan melakukan inventarisir dan mengidentifikasi terkait cagar budaya yang ada di Tanjabtim, juga menumbuhkan pemahaman masyarakat akan pentingnya sejarah kemaritiman Indonesia yang ada di Tanjabtim.

Selain itu tahun depan juga, pihaknya akan mengundang peneliti awal (pertama) perahu kuno lambur. Pak Agus Widiatmoko untuk berkunjung dan memberikan gambaran atau arahan terkait situs kebudayaan yang ada di Tanjabtim yang jumlahnya mencapai 29 an situs.

" Termasuk dalam pengembangan perahu kuno lambur, selain obyek perahunya juga kemungkinan jalur rempah juga akan menjadi fokus penelitian," ujarnya.

Dikatakannya pula, kilas balik pada awal Juli 1996 lalu dilakukan peninjauan oleh pegawai Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi (SPSP) Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Pada tanggal 18-22 November 1997 dilakukan ekskavasi penyelamatan oleh SPSP dipimpin  Agus Widiatmoko. Pembukaan Lima kotak gali memperoleh temuan papan-papan perahu kuno dan tali-tali ijuk. 

Antisipasi Karhutla di Tanjabbar, Akan Ada Kamera Pemantau di Empat Titik Ini

Rekomendasi PDIP Tahap III Diumumkan Besok, Safrial: Belum Ada Tanda-tanda

Untuk sementara diketahui panjang perahu 16 meter. Sementara itu, lebar perahu dan usia perahu belum diketahui. Selain perahu, di sekitar situs ditemukan pecahan-pecahan keramik China dari abad 10-13 Masehi.

Halaman
12
Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved