Breaking News:

Komoditi Belum Menguntungkan, Tiap Desa di Sarolangun Harus Buka Lahan 10 Hektar

Pengembangan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 saat ini masih berjalan.

tribunjambi/wahyu herliyanto
Wakil Bupati Sarolangun Hilalatil Badri saat membahas soal pengembangan ketahanan pangan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Pengembangan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19 saat ini masih berjalan.

Di Kabupaten Sarolangun, pengembangan ketahanan pangan dilakukan di tiap desa. Yang mana, setiap desa harus membuka lahan sebesar 10 hektar.

"Setiap desa harus buka lahan 10 hektar per desa," kata Wakil Bupati Sarolangun Hilalatil Badri, Jumat (7/8/2020).

Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat saat pandemi ini, Hilal meminta kepada OPD terkait harus mencari solusi yang tepat sasaran.

Datangi Kantor Gubernur, PMII Minta Pemprov Jambi Transparansi Penggunaan Dana Covid-19

Bantuan Rp 600 Ribu Untuk Karyawan Swasta Timbulkan Pro Kontra, Pemerintah Jangan Diskriminasi

Mantan Anggota Intelijen Saudi Sebut Putra Mahkota Arab Saudi Kirim Tim Pembunuh Untuk Menghabisinya

"Saya berharap seluruh OPD dapat bekerja sama demi peningkatan ekonomi masyarakat. Kita harus mencari formulasi yang tepat sasaran," ujarnya.

Kata Hilal, dengan adanya program 10 hektar per desa dan diselaraskan dengan program pembangunan desa dan kelurahan (P2DK) diharapkan bisa menunjang ketahanan pangan ke depan.

Sebab, di sisi lain, wabup mengaku saat ini komoditi keunggulan ada pada karet dan sawit hari ini masih belum menguntungkan.

"Masih 3.500 sampai 4000. Yang punya kebun dak dapat apa-apa. Sawit dalam kondisi trak," katanya.

Wabup menambahkan, pada program P2DK yang menelan dana 200 juta per desa ini bisa berjalan agar ketahanan pangan bisa diutamakan.

Sebut IDI Kacung WHO, Jerinx SID Diperiksa Polisi, Berharap Mediasi Untuk Menyelesaikan Kasus Ini

3 Anak dan Ibu di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi, Berebut Tanah Yayasan

Daftar Kandidat Vaksin Covid-19 yang Masuk Tahap Akhir Pengujian di Indonesia

Tinggalkan Pesan Permintaan Terakhir, Calon Pengantin Pria Ini Bunuh Diri Sebelum Ucapkan Janji Suci

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved