Breaking News:

Ini Penyebab Kanker Serviks Pada Tubuh Manusia

Keluhan sakit biasanya baru timbul ketika kanker sudah mulai bersifat invasif dan menyerang jaringan maupun organ tubuh di sekitarnya.

thinkstock
ilustrasi kanker 

TRIBUNJAMBI - keberadaan kanker serviks sering kali baru terdeteksi setelah kondisinya cukup parah. Pada umumnya, wanita yang memiliki lesi pra-kanker atau kanker serviks stadium awal, tak akan merasakan keluhan apa pun.

Oleh sebab itu, penting bagi siapa saja, terutama para wanita dapat mengenali penyebab kanker serviks dan faktor risikonya sebagai bagian dari langkah pencegahan penyakit ini.

Terus Meningkat, Disnakertrans Provinsi Jambi Catat Ada 183 Karyawan yang di-PHK

Kasus Baju Linmas, Kejari Merangin Panggil Kaban BPKAD dan Empat Tersangka

Apa sebenarnya penyebab kanker serviks?

Melansir Buku Cegah dan Deteksi Kanker Serviks (2010) karya Dra. Hartati Nurwijaya, DR. Dr. Andrijono, Sp.OG (K), dan Prof. DR. H.K. Suheimi, Sp.OG (K), Penyebab kanker serviks adalah infeksi human papilloma virus (HPV) risiko tinggi atau HPV onkogenik, yaitu HPV yang mengandung protein yang menyebabkan terjadinya kanker (onkoprotein).

HPV adalah kelompok virus yang terdiri dari 150 jenis virus yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit. Ada 30-40 jenis HPV yang dapat menyebabkan penyakit kelamin.

Beberapa jenis HPV bisa menyebabkan kutil kelamin. Sedangkan, jenis HPV lainnya dapat menyebabkan kanker serviks. 13 jenis HPV yang bisa menyebabkan kanker, di antaranya yakni HPV 16, HPV 18, HPV 31, HPV 33, HPV 35, HPV 39, HPV 45, HPV 51, HPV 52, HPV 56, HPV 58, HPV 59, dan HPV 69.

Belasan jenis HPV tersebut dapat disebut sebagai HPV “risiko tinggi” yang ditularkan melalui hubungan seks.

Jenis HPV yang paling berbahaya adalah HPV 16 dan HPV 18 karena bisa menyebabkan 70 persen penyakit kanker serviks. Sedangkan HPV yang tidak menyebabkan kanker disebut HPV “risiko rendah” dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seks (kulit ke kulit), seperti vaginal, anal, dan termasuk oral.

Penularan HPV pada umumnya melalui hubungan seks (90 persen) dan sisanya terjadi non hubungan seks. Hubungan seks yang tidak aman, terutama pada usia muda bisa membuat infeksi HPV lebih memungkinkan.

Selain itu, wanita yang memiliki banyak pasangan seks atau berhubungan seks dengan laki-laki yang telah memiliki banyak “mitra” berisiko lebih besar mendapatkan HPV.

Halaman
1234
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved