Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Laut China Selatan

Laut China Selatan Memanas, Amerika Serikat dan Thailand Latihan Militer, Peringatan bagi Tiongkok!

Amerika Serikat ( AS ) dan Thailand menggelar latihan militer bersama di Laut China Selatan.

Editor: Heri Prihartono
ABACA via Reuters Connect
Ilustrasi kapal induk AS di Laut China Selatan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Amerika Serikat ( AS ) dan Thailand  menggelar latihan militer bersama di Laut China Selatan.

Apakah latihan militer  Amerika Serikat ( AS ) dan Thailand merupakan sinyal peringatan bagi Tiongkok terkait konflik Laut China Selatan?

 
Tidak heran jika latihan militer bersama AS dan Thailand mendapat kritikan keras di media sosial.

Latihan bersama itu ramai mendapat kritikan setelah pihak berwenang mengumumkan 100 lebih tentara AS yang berkunjung akan menjalani karantina wajib 14 hari.

Berdasarkan keterangan Kepala Unit Anti-Virus Corona Angkatan Darat Thailand Nattapon Srisawat, yang dikutip Reuters, sekitar 106 tentara AS akan bergabung dengan tiga latihan terpisah, dari 18 hingga 30 Agustus, di tiga provinsi.

Terungkap Penghasilan Fantastis Ruben Onsu dari Bisnis Ayam Geprek, Capai Miliaran Per Bulan!

Meski begitu, Srisawat menegaskan, tentara AS tetap akan terkena persyaratan yang sama dengan siapa pun yang memasuki Thailand, yakni melakukan karantina wajib.

Thailand telah melewati dua bulan tanpa transmisi lokal virus corona, dan mencatat infeksi lebih dari 3.300 kasus. Dan, telah menutup perbatasan bagi wisatawan untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Tapi, Thailand memungkinkan orang asing masuk ke negara mereka dengan izin khusus. Hanya, semua warga negara asing harus menjalani karantina wajib selama dua minggu.

Tekan Penyebaran Covid-19, Presiden Jokowi Minta Kampanye Protokol Kesehatan Semakin Digalakan

Halaman Facebook populer Thailand menarik 25.000 suka ketika mempertanyakan perlu tidaknya mengadakan latihan bersama antara dua sekutu bersejarah tersebut di tengah krisis kesehatan global.

"Apakah benar-benar perlu untuk berlatih dengan tentara asing sekarang? Jika tidak berdampak pada hubungan, tunda saja," katan halaman Facebook Thailand seperti dilansir Reuters.

"Bahkan, warga yang perlu bepergian telah menunda rencana mereka, mengapa pelatihan militer tidak bisa ditunda?" imbuhnya.

Taweesin Wisanuyothin, juru bicara Satuan Tugas Virus Corona Thailand, mengatakan, lebih dari 70 tentara AS tiba dari wilayah Guam pada Senin (3/8) dan akan tinggal di karantina alternatif negara

Polisi Panggil Jerinx SID Terkait Dugaan Ujaran Kebencian Terhadap IDI Bali

Ini merujuk pada karantina wajib yang harus orang asing jalani dengan biaya sendiri. Lebih banyak pasukan AS akan tiba di thaoland pada Selasa (4/8) dari Jepang.

Ditanya tentang kritik publik terhadap latihan, Nattapon menyatakan, tentara AS akan menjalani dua tes virus tapi hasilnya tidak akan diekspos kepada publik selama latihan.

"Para prajurit tidak akan bisa meninggalkan barak," tegasnya seperti dikutip Reuters.

Latihan dengan AS itu berlangsung ketika militer Thailand menghentikan pengiriman pasukan ke luar negeri, setelah sembilan prajurit negeri gajah putih positif terkena virus korona sekembalinya dari pelatihan di Hawaii.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved