Kebakaran Lahan di Tanjabbar
BMKG Jambi Mencatat 32 Titik Panas di Provinsi Jambi Awal Agustus Ini
Secara umum, katanya musim kemarau terjadi pada awal bulan Juni-September akhir, dan puncak kemarau terjadi pada Agustus.
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - BMKG Jambi mencatat awal Agustus ini telah terpantau 32 titik panas di Provinsi Jambi. Ini disampaikan oleh Kepala BMKG Jambi, Ibnu Sulistyono, Senin (3/8/2020).
Secara umum, katanya musim kemarau terjadi pada awal bulan Juni-September akhir, dan puncak kemarau terjadi pada Agustus.
Agustus ini, lanjutnya sudah terpantau sekitar 32 titik panas di Provinsi Jambi dengan conviden 8 persen yang terdeteksi di Sarolangun.
• Bachyuni Deliansyah Ditunjuk Sebagai Plt Kadis DLH Provinsi Jambi
• Purnama Karo, Disebut Hari Baik untuk Berdana Punia, jatuh pada Bulan Kedua Sistem Kalender Bali
• Merdeka dari Asap, Kisah Penjaga Gambut Melawan Karhutla dari Tahun ke Tahun
"Titik panas sudah terpantau sekitar 32 titik pada bulan Agustus diwilayah Provinsi Jambi, dan titik panas nya banyak di Sarolangun dan satu daerah lain," jelas Ibnu Sulistyono.
Untuk Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi dan Batang Hari curah hujannya dibawah normal dibulan Agustus dan awal september.
"Curah hujan yang di bawah normal pada bulan Agustus dan awal September ialah Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Batang Hari dan untuk kota Jambi juga termasuk curah hujan dibawah normal," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20170708_karhutla_hotspot_20170807_153825.jpg)